Gerindra tak percaya peserta IMF-Bank Dunia bayar hotel dan makan sendiri

Selasa, 9 Oktober 2018 20:03 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Arief Poyuono. ©2017 google

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono tak mempercayai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai biaya hotel dan makan peserta ditanggung peserta pada acara Annual Meeting atau Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) World Bank Group (WBG) di Bali pada 8-14 Oktober mendatang.

"Jangan percaya bayar sendiri untuk makan dan bayar hotel. Sudah dipastikan undangan itu sudah dari jauh-jauh hari diberitahukan ke peserta IMF/world Bank bahwa hotel dan akomodasi makanan gratis alias dibayar sama penyelenggara," kata Arief kepada merdeka.com, Selasa (9/10).

Arief menambahkan, anggaran yang hampir mencapai Rp 1 triliunan tersebut tak mungkin dipotong karena sudah masuk anggaran APBN.

"Kan sebelum ada bencana sudah koar-Koar dulu tentang IMF atau WB annual meeting yang katanya antek-antek Jokowi berarti Joko Widodo kinerja ekonomi diapresiasi sama IMF Dan WB," ucapnya.

Kubu Prabowo-Sandi pun juga mengkritik acara yang mengeluarkan biaya Rp 830 miliar tersebut tidak patut diselenggarakan secara mewah saat rakyat di Palu, Donggala dan Lombok sedang terkena bencana yang butuh bantuan dana.

Arief pun heran, pemerintah malah beralasan mengalihkan kritik dengan mengatakan kalau IMF/ WB annual meeting itu bukan prakarsa Pemerintah Joko Widodo tetapi presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurutnya, tidak ada gunanya acara IMF/WB annual meeting kalau tidak ada pembahasan pengajuan pinjaman ke WB dan IMF untuk rehabilitasi daerah bencana di Indonesia. Dan dia yakin tidak ada pembahasan agenda-agenda yang menguntungkan bagi Indonesia.

"Dan yang pasti rupiah akan tetap rontok sekalipun IMF/WB diharapkan Joko Widodo pesertanya pada belanja-belanja ya sehingga memasukkan devisa," tuturnya.

Meski demikian, kata Arief, acara IMf/WB annual meeting harus tetap jalan dan tidak boleh dibatalkan. "Sebab buat malu bangsa Indonesia nantinya dan harus jadi pelajaran bagi Presiden penggantinya Joko Widodo pada Pilpres 2019," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab kritikan sejumlah kalangan mengenai penyelenggaraan Annual Meeting atau Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)World Bank Group (WBG) di Bali, 8-14 Oktober ini.

"Annual Meeting sebesar itu 15.000 (orang) yang datang jadi rebutan semua negara, karena meeting seperti itu pasti memiliki dampak, paling tidak memberikan citra yang baik terhadap negara yang dipakai untuk pertemuan itu," kata Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU), Medang, Sumut, Senin (8/10) pagi.

Mengenai anggaran yang disebut sejumlah kalangan sebagai cukup besar, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa anggaran tersebut dipakai untuk memperluas appron di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, dipakai untuk membuat terowongan, persimpangan yang ada di Bali sehingga tidak macet.

"Artinya, itu juga akan kita gunakan terus, terowongan dan appron untuk parkir bandara akan kita gunakan terus bukan sesuatu yang hilang," ujar Presiden seperti dikutip dari laman Setkab.

Meskipun dihadiri oleh lebih dari 15.000 peserta, Presiden Jokowi menegaskan, bahwa mereka itu membiayai dirinya sendiri. "Hotel bayar sendiri, makan bayar sendiri," ucapnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini