Gerindra: Membangun Negeri Tak Harus dengan Jabatan, Bukan Tipikal Prabowo!
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo menegaskan dalam pertemuan Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak membahas soal kemungkinan bergabungnya Gerindra ke pemerintahan. Menurut Edhy, Gerindra masih ingin menjaga keharmonisan koalisi Jokowi-Ma'ruf.
"Kita tidak bicara sejauh itu dan kami tidak mau menempatkan diri juga sebagai pengganggu keharmonisan di internal, silakan saja kan keputusan akhir di presiden," kata Edhy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/7).
Edhy menegaskan, Gerindra siap jika diajak untuk membangun Indonesia. Alasannya, kata dia, itu adalah tujuan Gerindra.
"Kami hanya sampaikan sikap kami ini, kami terbuka juga untuk bangun negeri, mau apa lagi tujuannya, mau gontok-gontokan mau kita terusin terus sampai sekarang?" ungkapnya.
Meski begitu, Edhy mengatakan, partainya sudah terbiasa berada di barisan oposisi. Kata dia, Gerindra sudah pernah menjadi oposisi selama 10 tahun.
"Kita sudah 10 tahun istilahnya di luar pemerintahan. Dan buat kita membangun negeri itu tidak harus dengan jabatan. Kalau hanya sekadar cari jabatan kan bukan tipikalnya Pak Prabowo. Beliau faktanya ya beliau sudah mengabdi di tentara 30 tahun, masa tujuannya hanya sekecil ini," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan, dalam ketatanegaraan Indonesia, tidak mengenal istilah koalisi dan oposisi. Hal ini disampaikannya usai bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya.
"Tidak ada koalisi, tidak ada oposisi di dalam sistem ketatanegaraan kita," ucap Megawati di Jakarta, Rabu (24/7).
Dia menuturkan, perbedaan dalam sikap politik itu biasa saja. Dirinya pun mempersilakan. "Tapi kalau berbeda hanya karena pilihan. Itu ya monggo (silakan) saja," ungkap Megawati.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya