Gerindra Kuasai DPRD Jabar, Disusul PKS dan PDIP

Selasa, 13 Agustus 2019 22:05 Reporter : Aksara Bebey
Gerindra Kuasai DPRD Jabar, Disusul PKS dan PDIP Ketum Gerindra Prabowo Subianto. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Berdasarkan rapat pleno penetapan perolehan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar), Partai Gerindra memiliki raihan 25 kursi disusul oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 21 kursi. Sementara itu PDIP harus merelakan status pemenang Pemilu pada periode sebelumnya, lantaran hanya meraih 20 kursi. Posisi keempat diisi oleh Partai Golkar dengan 16 kursi.

Catatan yang ditorehkan Gerindra bisa dibilang impresif. Pada Pileg 2019, mereka dominan di 15 daerah pemilihan Jabar setelah hanya meraih 11 kursi DPRD Jabar pada penyelenggaraan Pileg sebelumnya.

Ketua KPU Jabar Rifqi Ali Mubaroq mengatakan ada 10 partai politik yang menempatkan 120 kadernya di DPRD Jabar. Semua hasil pemilihan sudah diterima oleh semua partai politik.

"Kami tetapkan 120 Caleg terpilih pada Pileg 2019 yang berasal dari PKB 12 kursi, Gerindra 25 kursi, PDIP 20 kursi, Golkar 16 kursi, NasDem 4 kursi, PKS 21 kursi, PPP 3 kursi, PAN 7 kursi, Demokrat 11 kursi, Perindo 1 kursi," kata dia di kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (13/8).

Setelah proses ini selesai, KPU akan menyerahkan berkas untuk penetapan dan pengesahan. Kalau kemudian ada calon terpilih tersandung masalah hukum nanti akan berproses dulu sampai ada keputusan dari pengadilan.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPW PKS Jabar Haru Suandharu menyatakan semua kader yang terpilih duduk di kursi DPRD Jabar akan menjalankan fungsinya dengan maksimal. Mereka tidak akan ragu memberikan kritik keras terhadap segala kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dianggap melenceng.

"Semua sudah satu visi. Ketika ada kebijakan yang tidak pro rakyat, maka kami akan mengkritik dengan keras. Indikator penilaian kinerja pemerintah akan dilihat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)," ucap dia.

"Tapi kami juga akan objektif. Ketika ada program yang baik, maka kami akan dukung," ia melanjutkan.

Saat ini, pihaknya sudah mengirimkan tiga nama untuk calon wakil ketua DPRD dan tiga nama untuk ketua fraksi DPRD Jawa Barat kepada DPP PKS.

Wakil Ketua Gerindra Jabar Bucky Wikagoe menyatakan hal serupa. Mereka akan aktif mengkritisi kinerja pemerintah yang dianggap tidak baik. "Yang pasti kami akan mengedepankan kepentingan masyarakat Jabar. Itu yang diutamakan. Syukur syukur kalau eksekutifnya selaras dengan harapan kami," terang dia.

"Saya kira memang anggota dewan itu salah satu tugasnya memang harus berteriak. Harus kritis. Sebenarnya pertanyaan itu harus ditujukan kepada semua anggota DPRD Jabar. Jadi memang harus sering sering berteriak. Artinya bukan berteriak menggonggong tetapi mengkritisi setiap kebijakan apakah sesuai atau tidak. Sesuai dengan kapasitas kami sebagai anggota dewan," dia melanjutkan.

Bucky menilai, Ridwan Kamil punya potensi sebagai pemimpin. Tetapi ia mengingatkan bahwa kapasitas ketika menjadi wali kota dan gubernur itu memiliki tugas berbeda. Menjadi gubernur jauh lebih berat dan luas.

"Jadi mungkin kita akan melihat apakah konsep berpikirnya itu kalau sebagai gubernur tentu harus ada yang diubah saat beliau menjadi wali kota kan. Kemudian Program-program. Kita akan lihat itu kan persoalan Jabar banyak, itu menyangkut lingkungan, kesejahteraan masyarakat, pembangunan dan sebagainya," ujarnya.

Di samping itu, sebagai peraih kursi terbanyak, Gerindra masih melakukan seleksi mengenai sosok yang akan ditempatkan menjadi ketua dewan. Ia menyebut ketua DPD Gerindra Jabar Taufik Hidayat memiliki kans cukup besar untuk memimpin DPRD Jabar.

"Kami belum tahu keputusan DPP akan memilih siapa. Tapi Pak Taufik memiliki kans memimpin DPRD," pungkasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Gerindra
  2. Pilkada Jabar
  3. Bandung
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini