Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gerak Cepat Aparat Minimalisir Gangguan Dalam Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Gerak Cepat Aparat Minimalisir Gangguan Dalam Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin Pendukung Lepas Jokowi-Maruf Amin ke Gedung KPU. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan dilantik pada tanggal 20 Oktober mendatang. Relawan berencana membuat parade budaya sebagai bentuk rasa syukur. Rangkaian kegiatan ini dipusatkan di kawasan Patung Kuda hingga Istana Merdeka, Jakarta.

Namun ternyata, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menginginkan pelantikan akhir pekan mendatang berlangsung sederhana. Tidak ada kemeriahan yang berlebihan.

Pengamat intelijen dan keamanan mahasiswa doktoral Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta memperkirakan kemampuan kelompok antidemokrasi, radikalisme dan terorisme melakukan gangguan hingga insiden saat pelantikan sangat kecil.

"Melihat sekarang penetrasi yang dilakukan Densus 88 dan penangkapan hingga 22 orang sulit mereka manfaatkan momentum di Jakarta," kata dia di Jakarta, Rabu (16/10).

Dia mengungkapkan, konsolidasi atau rekonsiliasi politik antara Jokowi dan Prabowo bahwa tak ada lagi masalah politik menjadi kunci.

"Ini kan pesta demokrasi, puncak pesta demokrasi. Dengan pelantikan presiden terpilih harusnya semua orang gembira, bukan malah nyinyir dan kecewa. Tapi persiapan aparat keamanan puluhan ribu lebih pasukan disebar di Jakarta, relatif pelantikan besok itu aman dan terkendali," jelas dia.

Seperti diketahui, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan menurunkan 31 ribu personel gabungan TNI-Polri. Personel tersebut disiapkan untuk menjaga proses pelantikan presiden-wakil presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf pada 20 Oktober 2019 di Gedung MPR RI, Jakarta.

"Dari Polda Metro Jaya dan TNI, kita sudah menyiapkan ada sekitar 31 ribu personel gabungan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (15/10).

Nantinya, jumlah tersebut akan dibagi menjadi tiga bagian atau ring dalam melakukan pengamanan. Ring pertama akan dilakukan pengamanan di lokasi pelantikan yang mana menjadi kewenangan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

"Kedua, ring dua di kawasan gedung DPR, di sana ada TNI dan Polri yang menjaga di sana. Ring ketiga juga ada di sekitar kawasan gedung DPR, sama TNI dan Polri yang menjaga di sana," ujarnya.

"Kemudian, kita juga mengamankan kepada tamu negara asing maupun pimpinan negara asing yang ada di Jakarta, kemudian kita kawal sampai ke lokasi pelantikan di DPR," sambungnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP