Finansial dan Dekat Kekuasaan, Modal Kuat Calon Ketua Umum Golkar

Selasa, 19 November 2019 21:12 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Finansial dan Dekat Kekuasaan, Modal Kuat Calon Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. ©2019 Merdeka.com/ Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Pengamat Politik Poltracking Hanta Yudha menilai, ada empat faktor yang harus dimiliki untuk bisa menjadi ketua umum Partai Golkar. Mulai dari faktor personal, sosial, finansial, dan dekat dengan kekuasaan.

Dari sisi faktor personel, kandidat yang maju sebagai calon ketua umum harus figur yang kuat. Banyak orang berpengalaman di partai beringin yang bisa maju jadi calon ketum.

"Pemimpin di Golkar itu orang orang punya kompetensi, orang orang yang memiliki kapasitas personal yang sangat, dan itu secara teori menjadi faktor dalam partai politik. Dia secara personalitas sangat kuat seperti Pak Airlangga, Pak Bambang Soesatyo dan seterusnya," kata dia di diskusi 'Golkar Mempersiapkan Transformasi Kader Bangsa' di Jenggala Center, Jakarta Selatan, Selasa (19/11).

Kedua dari sisi faktor sosial. Dalam hal ini berkaitan dengan jaringan ke elite beringin dan tokoh senior. Seperti Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, Agung Laksono dan Jusuf Kalla yang punya pengaruh. Kemudian, jaringan ormas Golkar dan jejaring DPD I dan DPD II Golkar.

Ketiga adalah faktor finansial. Tidak dipungkiri, ini menjadi faktor penting. "Orang di Gokar itu rata-rata memang kuat secara finansial," ujar Hanta.

1 dari 1 halaman

Dekat Dengan Istana

Faktor tak kalah penting adalah kedekatan dengan kekuasaan atau istana. Hanta memprediksi, figur yang paling dekat dengan kepala negara akan menduduki kursi Golkar 1.

"Di dukung oleh kekuasaan atau oleh Medan Merdeka Utara itu sangat menentukan, kalau dia dekatnya 10 centimeter, pasti dia kalah dengan yang kedekatannya dengan Presiden 1 centimeter, jadi semakin dekat calon ketua umum Golkar semakin berpeluang," tandas dia.

Dia memprediksi, Airlangga berpotensi kembali terpilih menjadi Ketum Golkar bila pengambilan keputusan di Munas nanti dilakukan secara aklamasi. Dia melihat skenario tersebut.

"Saya tidak akan terbuka atau aklamasi. Kalau aklamasi kan satu mengerucut pada satu, kalau aklamasi sudah jelas lah tidak usah sebut nama siapa yang akan terpilih," katanya. [noe]

Baca juga:
Bamsoet Klaim Didukung 367 DPD, Loyalis Nilai Kader Objektif Lihat Golkar
Fahmi Idris: Jelang Munas Golkar yang Dihitung Bukan Pandangan Tapi Dana
Fahmi Idris Tak Setuju Ketum Golkar Dipilih Aklamasi di Munas
Bamsoet Sudah Dapat Ketua MPR, Kok Airlangga Dibilang Langgar Kesepakatan?
Golkar Disebut Disetir Pihak Luar, Kubu Airlangga Tegaskan 'Kami Entitas Mandiri'
Aklamasi Dinilai Cuma Untungkan DPD I Golkar, DPD II Bakal Gigit Jari

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini