Fakta Unik: 34 Personel TNI AD Belajar Manajemen Makanan Militer Singapura Demi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

TNI AD kirim 34 personel ke Singapura untuk pelajari manajemen makanan militer, langkah strategis dukung program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo. Apa saja yang dipelajari?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: 34 Personel TNI AD Belajar Manajemen Makanan Militer Singapura Demi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kasus meninggalnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI AD yang baru dua bulan bertugas, terus bergulir. Sebanyak 24 orang diperiksa terkait dugaan penganiayaan prajurit TNI ini di NTT. (Planet Merdeka)

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengambil langkah strategis dengan mengirimkan 34 personel terbaiknya ke Singapura. Mereka akan mengikuti Pelatihan Manajemen Makanan Institusional di Army Combat Service Support Command (CSSCOM) mulai 13 hingga 18 Oktober 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk mempelajari sistem manajemen makanan militer Singapura yang dikenal efisien dan berkualitas.

Pelatihan ini merupakan upaya konkret TNI AD dalam mendukung suksesnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ilmu yang didapatkan diharapkan dapat diaplikasikan untuk memperkuat sistem penyediaan makanan bergizi, aman, dan berkelanjutan bagi prajurit serta masyarakat luas. Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), menegaskan pentingnya pelatihan ini.

"Berbagai materi dan informasi yang diperoleh dari pelatihan tersebut nantinya akan diaplikasikan untuk menyukseskan program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto," kata Brigjen TNI Wahyu Yudhayana. Setelah kembali ke tanah air, para peserta akan menjadi kader-kader yang mentransfer ilmu tersebut, memastikan manfaatnya dirasakan secara luas di lingkungan TNI AD.

Kolaborasi Strategis untuk Ketahanan Pangan

Pengiriman personel ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan penting antara Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dengan Kasad Singapura pada Juli 2025. Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama strategis yang signifikan dalam bidang ketahanan pangan dan penguatan program Makan Bergizi Gratis.

Kolaborasi ini kemudian diformalkan melalui surat penawaran pelatihan dari Army Attache Republic of Singapore yang diterima pada 6 Agustus 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam mempererat hubungan militer, khususnya dalam pertukaran pengetahuan yang krusial bagi kesejahteraan prajurit.

Rombongan yang diberangkatkan terdiri dari 26 prajurit TNI AD, empat anggota Persit Kartika Chandra Kirana, tiga pendamping militer, dan satu peninjau. Keikutsertaan berbagai elemen ini menunjukkan pendekatan komprehensif TNI AD dalam memastikan transfer pengetahuan yang efektif dan menyeluruh.

Materi Pelatihan Berstandar Internasional

Selama pelatihan, para peserta akan memperdalam manajemen penyediaan makanan bergizi di institusi militer dengan standar internasional. Kurikulum mencakup berbagai aspek penting, mulai dari perencanaan menu yang efektif hingga pengelolaan dapur yang higienis dan efisien. Fokus utama juga diberikan pada keamanan pangan untuk mencegah risiko kontaminasi.

Materi pelatihan dibagi menjadi empat pilar utama yang komprehensif, yaitu food preparation (persiapan makanan), food safety (keamanan pangan), food nutrition (nutrisi makanan), dan food technology (teknologi pangan). Pendekatan ini memastikan peserta mendapatkan pemahaman holistik tentang seluruh rantai pasok makanan.

Program pelatihan dibagi menjadi dua tingkat, yakni Masterclass yang ditujukan untuk Perwira Menengah (Pamen) dan Qualification Training untuk Perwira Pertama serta Bintara. Pembagian tingkat ini disesuaikan dengan jenjang kepangkatan dan tanggung jawab, memastikan materi yang relevan diterima oleh setiap peserta.

Selain teori, peserta juga akan melakukan kunjungan ke fasilitas pengolahan makanan militer dan komersial di Singapura. Mereka akan mengunjungi SATS Catering Centre dan SATS Innovation Hub. Kunjungan industri ini bertujuan untuk mempelajari teknologi serta inovasi terkini di bidang penyajian makanan bergizi.

Dukungan Kesejahteraan Prajurit dan Inovasi Nasional

Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menegaskan bahwa pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk mendukung kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Penyediaan makanan bergizi merupakan fondasi penting bagi kesehatan dan produktivitas setiap anggota militer. Langkah ini juga selaras dengan visi pemerintah.

Pelatihan ini secara tidak langsung mendukung pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan produktif melalui program Makan Bergizi Gratis. Kualitas gizi yang baik sejak dini akan berdampak positif pada perkembangan fisik dan kognitif generasi penerus bangsa.

Setelah pelatihan selesai, para peserta diwajibkan untuk mempresentasikan hasil pembelajarannya. Mereka juga akan menyusun panduan teknis (how-to guide) yang dapat diterapkan secara praktis. Panduan ini akan menjadi pedoman dalam menerapkan sistem manajemen makanan institusional di lingkungan Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) TNI AD.

"Melalui program ini, TNI AD juga sekaligus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung agenda strategis nasional di bidang ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia," tegas Brigjen TNI Wahyu Yudhayana. Inisiatif ini menegaskan peran TNI AD tidak hanya dalam pertahanan, tetapi juga dalam pembangunan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi