Fakta Padel: Stafsus Bantah Gibran Rakabuming Raka Main Padel Saat Demo, Ini Penjelasannya!

Kabar Gibran Rakabuming Raka bermain padel saat demonstrasi di Jakarta menjadi viral. Stafsus Wapres dan pengelola lapangan angkat bicara, membantah keras tudingan tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Padel: Stafsus Bantah Gibran Rakabuming Raka Main Padel Saat Demo, Ini Penjelasannya!
Kabar Gibran Rakabuming Raka bermain padel saat demonstrasi di Jakarta menjadi viral. Stafsus Wapres dan pengelola lapangan angkat bicara, membantah keras tudingan tersebut. (Merdeka.com)

Kabar mengenai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bermain padel saat demonstrasi berlangsung di Jakarta pada Jumat, 29 Agustus, menjadi sorotan publik. Informasi tersebut menyebar luas di media sosial, memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet. Staf Khusus Wakil Presiden, Tina Talisa, segera memberikan klarifikasi untuk meluruskan kesalahpahaman yang beredar dan meredakan kegaduhan.

Tina Talisa secara tegas membantah tudingan tersebut, menjelaskan bahwa Gibran Rakabuming Raka tidak sedang bermain padel seperti yang dituduhkan. Beliau menegaskan bahwa Wakil Presiden tengah berkantor di Istana Wapres selama demonstrasi berlangsung. Pernyataan ini disampaikan Tina Talisa di Jakarta pada hari Sabtu, 30 Agustus, untuk menanggapi isu yang berkembang dan memberikan informasi yang akurat kepada publik.

Selain bantahan dari pihak Istana, pengelola lapangan padel yang disebut-sebut dalam kabar viral itu juga turut angkat bicara. Anwa Racquet Club, melalui akun Instagram resminya, memberikan pernyataan resmi. Mereka membantah keras adanya kunjungan atau aktivitas Gibran Rakabuming Raka di fasilitas olahraga mereka pada waktu yang disebutkan, sekaligus mengklarifikasi fakta yang sebenarnya.

Tina Talisa, selaku Staf Khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menjelaskan kronologi keberadaan Gibran saat demonstrasi terjadi. Ia menyampaikan bahwa Gibran baru saja kembali dari kunjungan kerja di Sumatera Utara pada Kamis, 28 Agustus. Kunjungan tersebut dalam rangka menghadiri Musyawarah Pelayanan (Mupel) Mamre Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) yang telah terjadwal sebelumnya.

Pada saat demonstrasi berlangsung, Gibran Rakabuming Raka dipastikan sedang menjalankan tugasnya di Istana Wapres, Jakarta. Keberadaan beliau di kantor menegaskan bahwa kabar bermain padel adalah informasi yang tidak akurat. Tina Talisa menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarkan kepada publik, demi menghindari penyebaran hoaks yang merugikan.

Menyikapi penyebaran hoaks, Tina Talisa mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. "Jadi, saya imbau masyarakat untuk saring sebelum sharing (berbagi) informasi yang beredar," ujarnya. Ia juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap informasi provokatif, terutama dalam situasi sensitif seperti saat ini, untuk menjaga kondusifitas sosial.

Pernyataan dari Stafsus Wapres ini diharapkan dapat mendinginkan suasana dan meluruskan persepsi yang keliru di masyarakat. Tina Talisa berharap publik dapat lebih cermat dalam memilah informasi, terutama yang berkaitan dengan figur publik dan isu-isu sensitif. Ini adalah langkah penting untuk memerangi disinformasi yang kian marak.

Kabar viral yang menyebutkan Gibran Rakabuming Raka bermain padel di Anwa Racquet Club juga telah dibantah langsung oleh pihak pengelola. Anwa Racquet Club, melalui akun Instagram resminya @anwaracquetclub, mengeluarkan pernyataan klarifikasi. Mereka merasa perlu meluruskan informasi yang beredar demi menjaga reputasi dan kebenaran fakta di mata publik.

Dalam keterangan resminya, Anwa Racquet Club menegaskan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak benar. "Sehubungan dengan beredarnya informasi bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia akan atau telah datang bermain tenis/padel di Anwa Raquet Club, dengan ini kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar," demikian bunyi pernyataan mereka. Klarifikasi ini menjawab langsung spekulasi yang berkembang di masyarakat secara transparan.

Pihak Anwa Racquet Club menambahkan bahwa hingga saat ini, tidak pernah ada kunjungan resmi dari Wakil Presiden di fasilitas mereka. Pernyataan ini menjadi bukti kuat yang mendukung bantahan dari Stafsus Wapres, menunjukkan konsistensi informasi dari berbagai sumber. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang berpotensi memicu kegaduhan.

Bantahan dari Anwa Racquet Club ini sekaligus menunjukkan komitmen mereka terhadap kebenaran informasi. Mereka berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri spekulasi liar yang beredar di media sosial. Penting bagi setiap individu untuk memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya lebih lanjut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi