Edy Rahmayadi dan Djarot prihatin JR Saragih gagal ikut Pilgub Sumut

Selasa, 13 Februari 2018 20:23 Reporter : Yan Muhardiansyah
Pengundian nomor urut Pilgub Sumut. ©2018 Merdeka.com/Yan M

Merdeka.com - Dua calon gubernur (cagub) Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi dan Djarot Saiful Hidayat, prihatin Jopinus Ramli (JR) Saragih dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menjadi salah kandidat gubernur. Namun, keduanya mengaku menghormati kewenangan KPU Sumut yang menggagalkan pencalonan kandidat yang diusung Partai Demokrat, PKB dan PKPI itu.

"Saya sangat prihatin dengan Pak JR. Semua tentu punya cita-cita membangun Sumut," kata Edy Rahmayadi seusai pencabutan nomor urut di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2).

Namun Edy tidak mengomentari keputusan KPU Sumut. "Ini aturan KPU. KPU yang punya wewenang," ucap mantan Pangkostrad ini.

Terpisah, Djarot Saiful Hidayat juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, dia bersahabat dengan JR Saragih. Mantan gubernur DKI Jakarta ini pun mengaku bersimpati dengan yang dialami Ketua DPD Demokrat Sumut itu.

"Pak JR itu sahabat saya, tentu kami bersimpati, tentu prosesnya yang tahu KPU," ucap Djarot.

Baik Djarot maupun Edy tidak mempersoalkan jika mereka harus berhadapan satu lawan satu pada Pilgub Sumut. Mereka optimistis menang.

Seperti diberitakan, KPU Sumut menggagalkan pencalonan JR Saragih-Ance Selian pada Pilgub Sumut. KPU mendapati permasalahan pada legalisasi fotokopi ijazah SMA JR Saragih. Meski JR memegang surat yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang mengabsahkan ijazahnya, namun KPU Sumut mendapat surat yang ditandatangani Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang menyatakan mereka tidak pernah melakukan legalisasi terhadap fotokopi itu. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini