Djarot tegaskan calon diusung di Pilgub NTT harus kader partai

Kamis, 7 Desember 2017 19:42 Reporter : Ananias Petrus
Djarot di Kupang. ©2017 Merdeka.com/Ananias

Merdeka.com - Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Djarot Syaiful Hidayat sedang berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur untuk urusan partai jelang pemilihan gubernur dan kepala daerah serentak tahun 2018 dan 2019 mendatang.

Djarot menjelaskan, PDIP memastikan akan tetap mengutamakan kader partai, walau banyak bakal calon (Balon) yang saat ini mendaftar sebagai gubernur maupun bupati.

Menurutnya, untuk kepentingan penetapan balon yang diusung tersebut, dirinya ditugaskan DPP ke NTT guna memastikan konsolidasi partai dan menyerap berbagai aspirasi dari tokoh agama serta berdialog dengan sejumlah komponen masyarakat lainnya.

Pertemuan telah dilakukan dengan Ketua Sinode GMIT, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT, para pastor Keuskupan Agung Kupang (KAK).

"Dari berbagai pertemuan yang dilakukan secara terpisah itu, saya sangat bergembira dan mengapresiasi sikap para tokoh agama yang sejalan dengan nilai- nilai yang diperjuangkan di Jakarta," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu, Kamis (7/12).

Ia menambahkan, NTT harus menjadi garda terdepan untuk mewujudkan perilaku politik berkeadilan, ideologi Pancasila, dan mampu merajut pluralisme. Aspek ini menjadi sangat penting untuk dikedepankan, sehingga pada tahun politik nanti, tidak muncul perpecahan antar sesama.

"Harus bersaing dan kompetisi secara sehat serta memiliki perilaku dan integritas yang baik. Dalam pertemuan dengan tokoh agama, kami mendapat masukan cukup banyak untuk membangun budaya politik yang berkeadaban," ujar Djarot.

Terkait kepastian siapa figur yang diusung dalam pilgub NTT, Djarot menegaskan bahwa, hingga saat ini belum ada keputusan dari DPP. Dirinya ditugaskan ke NTT hanya untuk menggali aspirasi terhadap nama-nama balon gubernur dan wakil gubernur yang berkembang di masyarakat.

"Tentunya figur yang diusung harus ada kader partai, sehingga ada soliditas partai dan praktek gotong-royong pasti akan muncul. Kita akan tetapkan sebelum Hari Raya Natal, 25 Desember nanti,"

Dirinya kembali menegaskan, NTT sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste dan Australia, merah putih tidak boleh koyak dan Pancasila harus utuh, sehingga fisik seorang pemimpin harus sehat, karena harus turun langsung untuk untuk mewujudkan agenda kerja dalam menuntaskan kemiskinan, infrastruktur, kesehatan, perdagangan orang, serta mengelola sumber daya alam yang sangat potensial ini.

Selain bertemu Ketua Sinode GMIT, Ketua MUI NTT, dan para pastor KAK, Djarot juga bertemu dengan keluarga besar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Ia juga mengunjungi pasar tradisional Oesao yang berada di Kabupaten Kupang dan sempatkan diri berdialog dengan para penjual. [rzk]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.