Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Djarot janji umrohkan 200 pengurus masjid dan ustaz tahun ini

Djarot janji umrohkan 200 pengurus masjid dan ustaz tahun ini djarot hadiri pengajian golkar di jagakarsa. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat mengikuti pengajian Partai Golkar Kecamatan Jagakarsa di Jl. Muhammad Kafi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (30/3). Sebelumnya, Djarot hadir di pengajian Golkar kawasan Kecamatan Pesanggarahan.

Kedatangan Djarot disambut dengan antusias. Hal ini nampak dengan begitu banyak simpatisan dan relawan Golkar yang menyambutnya, bahkan Djarot yang didampingi ketua DPD Golkar Jakarta Selatan diarak barisan pemain musik yang mengarak Djarot menuju ke Gedung Serba Guna, tempat acara pengajian dilaksanakan.

Djarot mengatakan, DKI Jakarta adalah ibu kota negara yang harus membumikan Islam Rahmatan Lil Alamiin. Islam yang toleran dan bukan Islam yang menebar kebencian.

Untuk tujuan inilah, maka kegiatan pengajian menyambung ukhuwah Islamiah ini penting dilakukan.

Sebagai bagian dalam membumikan Islam yang toleran, Djarot bersama Basuki Tjahaja Purnama membuat program untuk memberikan perhatian penuh kepada imam masjid, takmir masjid, marbot masjid, guru ngaji, ustaz dan habaib untuk diumrohkan.

"Tahun ini 200 akan diumrohkan dan tidak memakai dana APBD. Syaratnya adalah tekun mengajarkan Islam yang rahmatan lil alamiin yang sejuk, penuh perdamaian dan aktif membangun ikhuwah Islamiah," ujar Djarot.

Dalam acara tersebut, Djarot sempat memanggil dan menyalami ustaz dan marbot di masjid Jagakarsa.

Pengajian Golkar se-Kecamatan Jagakarsa ini dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto, Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I, Nusron Wahid, Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi, Ketua DPD II Golkar Jakarta Selatan Ikhsan Ingratubun, dan sejumlah tokoh lainnya.

Djarot mengajak umat muslim Jakarta jangan ikut-ikutan orang yang suka menghina orang lain, sebab pada dasarnya Islam itu merangkul, mengajak pada kebaikan dan mengajak pada keselamatan. Bukan mengejek.

"Islam itu melindungi, mengayomi. Bukan menyebarkan kebencian, dendam, dan fitnah. Oleh sebab itulah, kita harus cepat membangun tali silaturrahim," ujar Djarot.

Djarot juga mengajak semua masyarakat muslim se-Jagakarsa, sehabis mengikuti pengajian ini aktif menyambung silaturahmi, mengajak keluarga, saudara, suami-istri, menantu dan semua keluarga memilih nomor urut dua pada Pilkada putaran kedua.

"Jangan takut intimidasi dan wujudkan di Jakarta bahwa kebenaran pasti menang dan Islam toleran itu sudah membumi di Jakarta. Bahwa di Ibu Kota Jakarta ini bhinneka tunggal ika benar-benar hidup," kata Djarot.

Sementara Nusron Wahid mengatakan, penting bagi Golkar untuk terus menggalang kekuatan pemilih Islam yang selama ini takut memberikan pilihan kepada pasangan Ahok-Djarot. Karenanya, Golkar terus menggelar pengajian, untuk mensosialisasikan bahwa memilih Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta bukanlah hal yang dilarang oleh Islam.

"Apalagi pasangan Ahok-Djarot sudah terbukti kebijakan dan programnya memang untuk rakyat, dan tentu sangat memihak bagi mayoritas rakyat yang tentunya mayoritasnya adalah orang Islam," kata Nusron.

Nusron lalu membeberkan bagaimana komitmen Ahok-Djarot membangun masjid raya di Jakarta. Kemudian program umroh bagi para marbot masjid dan ustaz. Belum lagi soal program pendidikan yang sangat menolong masyarakat di Jakarta.

"Semua yang dilakukan Ahok-Djarot selama ini sudah menerapkan nilai-nilai dan tindakan yang jauh lebih Islami. Jadi, jangan takut lagi untuk memilih pasangan Ahok-Djarot untuk kembali memimpin DKI Jakarta," ungkapnya. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP