Dituduh terima suap, direktur penyidikan KPK kenang tolak bantu anaknya masuk Akpol

Dituduh terima suap, direktur penyidikan KPK kenang tolak bantu anaknya masuk Akpol. Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aries Budiman bersaksi di depan Pansus angket KPK. Kesaksian ini untuk mengklarifikasi dirinya dituduh bertemu dengan anggota Komisi III DPR dan menerima duit Rp 2 miliar untuk mengamankan kasus e-KTP.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Dituduh terima suap, direktur penyidikan KPK kenang tolak bantu anaknya masuk Akpol
direktur penyidikan KPK Aries Budiman di Pansus Angket KPK. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aries Budiman bersaksi di depan Pansus angket KPK. Kesaksian ini untuk mengklarifikasi dirinya dituduh bertemu dengan anggota Komisi III DPR dan menerima duit Rp 2 miliar untuk mengamankan kasus e-KTP yang tengah disidik di KPK.Aries tegas membantah tuduhan yang terungkap dari rekaman video pemeriksaan terdakwa pemberi keterangan palsu Miryam S Haryani yang diputar di sidang pertengahan Agustus lalu. Aries pun meyakinkan dirinya bersih dan tak ingin kongkalingkong mengamankan kasus apapun dengan cara bercerita tentang anaknya yang masuk Akpol.Aries mengatakan, kala itu dirinya menjabat sebagai Dirkrimsus Polda Metro Jaya. Anaknya, kebetulan ingin menjadi perwira polisi dengan mendaftar Akpol di Polda Metro. Aries meyakini, dirinya punya power untuk meloloskan anaknya dengan mudah, tapi hal itu tidak dilakukan."Anak saya tes, anak saya cerita, dia ranking 22 (yang lolos 20). Saya tidak (intervensi) dan saya minta maaf saya katakan, papa minta maaf nak, enggak bantu," kata Aries di Gedung DPR Jakarta, Selasa (29/8).Aries tak mau bantu anaknya sendiri bukan tanpa alasan. Dia tak bisa bayangkan jika saat seleksi Akpol tahun 1985 lalu, ada orang yang coba mengambil haknya karena jabatan orangtua di Polri."Saya cuma bayangkan, papa seperti kamu tahun '85, ada orang punya power seperti papa mengambil jatah papa, papa akan seperti apa, seperti kamu, ada orang satu-satunya harapan orangtuanya, untuk mengubah nasib keluarganya mengangkat derajat dan martabat keluarganya, lalu kamu ambil karena posisi papa," katanya menjelaskan kepada anaknya kala itu."Besok paginya istri saya nangis sesenggukan itu yang seperti ini saya relakan," kata Aries.Dia pun menekankan, bahwa kisah di atas sebagai bukti dirinya tak ingin ada kongkalingkong dalam proses penegakan hukum. Dia pun curiga ada orang yang ingin mendegradasi integritasnya sebagai direktur penyidikan di KPK dan perwira Polri."Yang seperti ini saja saya tidak mencampuri, kalau saya dituduh bagaimana mungkin saya menghancurkan KPK," tutup dia.

Rekomendasi