Ditanya Siapa Berbuat Zalim Hukum, Anas Urbaningrum: Yang Melakukan Pasti Merasa

Menurut dia pernyataan 'Gantung di Monas' jika terlibat dalam kasus korupsinya bukan betul gantung diri secara fisik.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Ditanya Siapa Berbuat Zalim Hukum, Anas Urbaningrum: Yang Melakukan Pasti Merasa
Ditanya Siapa Berbuat Zalim Hukum, Anas Urbaningrum: Yang Melakukan Pasti Merasa (Merdeka.com)

Anas Urbaningrum kerap menyinggung kezaliman hukum dalam pidato politiknya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum, menyinggung pihak-pihak yang berbuat zalim kepadanya atas kasus korupsi Hambalang.
Dok. Istimewa

Menurut dia kezaliman itu membuat layaknya sebagai suatu penghancuran.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Siapapun, siapapun yang melalukan kezaliman hukum dan saya yakin yang melakukan kezaliman hukum itu merasa. Jadi saya tidak ingin menyebut nama karena yanh penting adalah bukan orangnya, bukan namanya, yang penting adalah pesannya yang universal," kata Anas saat ditemui wartawan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7).

"Pesan itu mudah-mudahan menghadirkan membangkitkan kesadaran bahwa kezoliman adalah hal yan dekstruktif, sebaliknya keadilan adalah hal yang konstruktif dan bermasa depan,"
Dok. Istimewa

kata Anas.

Ia pun enggan membeberkan siapa orang yang dimaksud telah berbuat kezaliman kepadanya.
Dok. Istimewa

Ia hanya menyebut siapapun orang itu tidak lagi penting bagi dirinya yang telah menjadi mantan narapidana kasus itu selama delapan tahun.

"Karena kalau menyangkut nama dan orang kita melihatnya ke belakang, tapi kalau menyangkut pesan dan nilai yang substantif itu posisinya kita lihat ke depan,"
Dok. Istimewa

kata Anas.

Sebelumnya, Anas yang baru saja didapuk menjadi ketua Umum partai IKN ingin berpidato di Monas masalah kepentingan bangsa hingga klarifikasi soal kasus korupsi Hambalang.
Dok. Istimewa

Dipilihnya Monas sebagai lokasi pidatonya itu sekaligus merayakan hari ulang tahunnya yang 54 tahun.

Soal Pernyataan Gantung di Monas, ini Kata Anas
Dok. Istimewa

Menurut dia pernyataan 'Gantung di Monas' jika terlibat dalam kasus korupsinya bukan betul gantung diri secara fisik.

Ia berdalih, yang digantungkan tersebut maksudnya adalah harapan masyarakat akan keadilan di Indonesia layaknya sebuah Monas yang berdiri tegak dma kokoh.
Dok. Istimewa

"Ya makanya itu harapannya adalah gantungkan harapanmu di atas langit. Di bawah langit ada Monas," dalihnya.

Ia juga mengaku tidak memusingkan bagi pihak-pihak yang menagih janji akan dirinya digantung di Monas.
Dok. Istimewa

Lantaran pihak yang menagihnya itu berlandaskan politik.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Tidak apa-apa karena tuh digerakkan oleh grup yang memang punya kepentingan politik tersendiri, itu hal yang silakan saja," tuturnya.

Rekomendasi