Diantar Gubernur Kaltim, Syaharie-Awang Ferdian daftar ke KPU

Rabu, 10 Januari 2018 22:51 Reporter : Nur Aditya
Diantar Gubernur Kaltim, Syaharie-Awang Ferdian daftar ke KPU Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat. ©2018 Merdeka.com/Nur Aditya

Merdeka.com - Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat, jadi pasangan terakhir yang mendaftar sebagai pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rabu (10/1) malam. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, ikut serta mengantar putranya, Awang Ferdian, ke kantor KPU Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda.

Sekitar 300 orang dari tim pemenangan dari 3 parpol pengusung masing-masing Partai Demokrat, PKB dan PPP, start dari Posko Pemenangan usai Salat Isya, melakukan long march menuju sekira pukul 19.45 Wita, dan tiba di kantor KPU Kaltim sekira pukul 20.10 Wita malam ini.

Syahari Jaang dan Awang Ferdian didampingi pengurus ketiga parpol menyerahkan berkas pendaftaran kepada KPU Kaltim yang diketahui Mohammad Taufik. Akhirnya, berkas persyaratan pun dinyatakan lengkap.

Ditemui wartawan usai pendaftaran, Jaang menampik pencarian pendampingnya di Pilgub Kaltim berjalan alot. Meski sebelumnya, sempat diwarnai dugaan kriminalisasi.

"Kalau alot sih tidak ya. Karena memang harus berunding. Yang jelas, pesan Pak SBY (Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono) harus mengutamakan rakyat," kata Jaang.

Jaang menerangkan, nama Awang Ferdian memang masuk dalam daftar calon pendampingnya di Pilgub Kaltim. "Nama Pak Awang, adalah salah satu dari 5 nama yang saya ajukan ke DPP Demokrat," ujar Jaang yang juga Wali Kota Samarinda sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim.

Sementara, Awang Ferdian yang saat ini duduk di kursi DPR RI dari PDIP mengaku tidak ada masalah dengan majunya dia di Pilgub Kaltim sebagai bakal calon wakil Gubernur. "Komunikasi dengan PDIP tidak ada masalah. Sampai hari ini, saya masih kader PDIP," katanya.

PDIP dan Hanura telah mengusung Rusmadi dan Safaruddin maju di Pilgub Kaltim. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, meminta kadernya memenangkan pasangan yang diusung partai. Awang menampik adanya ancaman pemecatan dia.

"Yang bicara siapa? Itu baru ancaman. Yang lebih tahu saya, karena saya pengurus pusat. Kan itu perintah (Megawati Soekarnoputri) tetapi saya masih kader. PAW (Pergantian Antar Waktu) pasti, soal pengunduran diri di DPR RI," demikian Awang Ferdian. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini