Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di Depan Jokowi, OSO Curhat Tidak Bisa Nyaleg DPD Karena MK dan KPU

Di Depan Jokowi, OSO Curhat Tidak Bisa Nyaleg DPD Karena MK dan KPU Oesman Sapta terima kunjungan Ketua Parlemen Korsel. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) mengutarakan ucapan perpisahan kepada Presiden Joko Widodo lantaran terakhir menjabat di DPD. OSO pun mengutarakan curahan hatinya lantaran putusan MK yang menyatakan anggota DPD tidak boleh diisi pengurus partai politik.

"Ini adalah hari terakhir saya untuk buka puasa bersama di DPD lagi, karena saya sudah diputuskan oleh MK, tapi orangnya enggak berani datang ke sini," kata OSO di hadapan Presiden Joko Widodo di rumah kediamannya, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

OSO menjelaskan, dirinya harus mundur jika ingin jadi ketua DPD. Sampai di tingkat KPU, termasuk tingkat Presiden, sudah ditandatangani, tetapi tidak diakui oleh KPU. Namun OSO tetap memilih menjadi ketua umum partai Hanura.

"Tapi dengan syarat harus mundur jadi ketua Partai. Saya bagaimana bisa berkhianat sudah menerima partai. Saya enggak bisa korbankan apapun, apa boleh buat, tidak perlu, saya akan tetap di situ (partai)," ungkap OSO.

"Dan terakhir hukumnya, termasuk sama ke tingkat bapak presiden sudah tanda tangan, tapi tidak akui tidak diopeni oleh KPU. Yaitu urusan dia dengan Tuhan, bukan urusan dengan manusia lagi," lanjut OSO.

Terakhir, OSO pun mengucapkan terima kasih kepada Jokowi. Dan mendoakan agar Mantan Gubernur DKI Jakarta bisa sehat serta lancar menjalankan puasa.

"Jadi bapak ibu sekalian, saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pak Jokowi. Insyaallah diberikan kekuasan serta sehat walafiat, untuk menjalankan ibadah puasa, kesempatan di bulan suci Ramadan 1440 H," lanjut OSO.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP