Deretan Tim Ahli Ekonomi Bantu Jokowi di Debat Capres Kedua

Kamis, 31 Januari 2019 18:11 Reporter : Ahda Bayhaqi
Deretan Tim Ahli Ekonomi Bantu Jokowi di Debat Capres Kedua Jokowi-Maruf saat Debat Pertama. ©2019 Liputan6.com/ Faizal Fanani

Merdeka.com - Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf telah menyiapkan tim ahli untuk membantu Joko Widodo menghadapi debat capres kedua. Debat kedua mengangkat pada (17/2) mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong mengungkapkan Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta masuk jajaran tim ahli. Menurut Usman, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu bakal berperan banyak karena tema debat kedua berkaitan dengan bidangnya.

"Arif Budimanta kan jubir kami ya otomatis dia juga bagian dari ahli kami," ujar Usman di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (31/1).

Selain Direktur Eksekutif Megawati Institute itu, ada juga ahli ekonomi dari PDI Perjuangan yang bakal membantu persiapan debat. Dia adalah Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno.

"Kita juga punya Prof Hendrawan itu kan ahli ekonomi profesor bidang ekonomi kami bisa minta juga ke beliau," kata Usman.

Dari eksternal, ada akademisi universitas bidang energi yang sudah memberikan masukan. Masukan-masukan tersebut bakal diteruskan kepada Jokowi. Namun, dia menjaga kerahasian ahli yang bersangkutan.

"Saya enggak bisa kasih tahu lah ya nanti kampusnya dibilang berpihak lagi. Padahal dia pun mau memberikan semuanya kepada siapapun," ucapnya.

Nama-nama ahli lain yang dilibatkan dalam tim ahli, yaitu anak menteri KLHK Emil Salim, Roosdinal Salim, politikus PSI dan mantan tim transisi KLHK Agus Sari dan mantan Direktur Eksekutif Walhi Emmy Hafild yang juga poltisi Nasdem. Mereka memberikan masukan soal lingkungan.

Ada juga nama politisi Golkar Misbakhun yang dipercaya memberikan masukan soal infrastruktur. Dan poltisi Hanura Inas Nasrullah yang ahli di bidang energi. Juga ada masukan dari Serikat Petani Indonesia untuk masalah pangan. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini