Demokrat Respons Koalisi PPP-PAN-Golkar: Kami Masih Pelajari Mood Publik Dulu

Jumat, 13 Mei 2022 20:13 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Demokrat Respons Koalisi PPP-PAN-Golkar: Kami Masih Pelajari Mood Publik Dulu demokrat. merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Partai Demokrat menghormati upaya membangun koalisi untuk Pilpres 2024 oleh ketiga parpol Golkar, PAN dan PPP. Demokrat menilai, dengan berupaya membangun koalisi, ketiga parpol tersebut sudah memantapkan niatnya untuk patuh pada Konstitusi dan menjaga amanah reformasi.

"Mereka berarti tidak mendorong penundaan pemilu dan berkomitmen penuh mendukung Pemilu 2024, seperti halnya Demokrat yang sejak awal mengambil sikap ini. Satu langkah maju mencegah permufakatan jahat yang dirancang segelintir elit di pemerintahan untuk melanggengkan kekuasaan," kata Kepala Badan Komunikasi Demokrat Herzaky Mahendra Putra, Jumat (15/3).

"Komitmen ini kami harapkan terus terjaga hingga Pemilu 2024 benar-benar terlaksana agar demokrasi di Indonesia semakin baik dan matang," sambungnya.

Soal ikut bergabung atau tidak dalam koalisi itu, posisi Demokrat masih sangat cair. Demokrat masih ingin mempelajari arah keinginan publik.

"Kami masih melihat dan mempelajari kemana mood publik dulu. Apakah menginginkan perubahan ataukah keberlanjutan," kata Zaky.

"Semua koalisi tentu ingin menang tujuannya. Ingin meraih dukungan sebanyak mungkin dari rakyat. Karena itulah, pentingnya pembentukan koalisi ini memperhatikan mood publik," tambahnya.

Kedua, Demokrat tidak menetapkan dulu capresnya sebelum pembentukan koalisi. Zaky bilang, Demokrat ingin mengusung capres yang layak jual, alias diterima dan bakal dipilih oleh rakyat.

"Sejalan dengan itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, saat ini terus menyerap aspirasi masyarakat. Sore ini saja, di Deli Serdang, ada ribuan masyarakat yang ingin bertemu langsung dan menyapa AHY," ucapnya.

Ketiga, Demokrat ingin berkoalisi dengan sesama parpol yang memperjuangkan aspirasi rakyat. Selain itu, tidak punya sikap ingin kekuasaan dan ingin memperjuangkan kepentingan rakyat dengan cara menang di Pilpres 2024.

"Harapan kami, tiap koalisi yang terbentuk untuk Pilpres 2024, diniatkan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, bukannya mempertahankan kekuasaan," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Diketahui, Pertemuan Golkar, PAN dan PPP menyepakati akan berkoalisi untuk Pemilu 2024. Hal itu merupakan hasil pertemuan di Rumah Heritage, Jakarta, Kamis (12/5) malam.

"Kita akan bekerja sama ke depan untuk mengawal agenda-agenda politik ke depan. Termasuk dalam pemilu nanti di 2024," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai pertemuan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

Airlangga bahkan menginstruksikan kepada pengurus Golkar dari pusat hingga daerah untuk menjalin kerjasama dengan PPP dan PAN.

"Kami secara khusus dari Partai Golkar, meminta dan menginstruksikan kepada seluruh jajaran partai Golkar, baik tingkat provinsi, kabupaten, kota untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan juga kerja sama dengan PAN dan PPP," tegas Airlangga. [ded]

Baca juga:
Golkar, PPP dan PAN Sepakat Koalisi, Siapa Capres yang Layak Diusung?
Usai Berkoalisi, Golkar-PPP-PAN akan Kembali Bertemu Bahas Agenda Strategis
PPP Ungkap Golkar Tak Beri Syarat Airlangga Capres saat Jajaki Koalisi
Demokrat Soal Kans Gabung Koalisi Golkar-PPP-PAN: 3 Partai Pernah di Kabinet SBY
Duet Ganjar-Erick Thohir Dinilai Bisa Saling Perkuat Dukungan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini