Demokrat dan PKB penentu di 2019, berlomba tawarkan pendamping Jokowi
Merdeka.com - Hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengatakan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat akan bersaing ketat di Pemilu Legislatif 2019. Bahkan mereka berlomba-lomba menyodorkan calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk Presiden Joko Widodo maju Pilpres 2019.
PKB akan menawarkan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres. Sementara Demokrat, disebut akan memajukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kini tengah blusukan ke sejumlah daerah di Tanah Air.
"Semua partai mengajukan kader terbaik, termasuk partai menengah, syarat PT 20 persen sebagai suara partai dari 2018, mereka berlomba-lomba calon cawapres Jokowi seperti Cak Imin, AHY belum tahu langkah mengikuti poros atau membuat poros baru," kata peneliti LSI Rully Akbar, di Graha Rajawali Gedung LSI, Rawamangun, Jakarta, Rabu (24/1).
PKB dan Demokrat juga akan menjadi penentu dalam Pileg bagi partai besar yang mengusung Joko Widodo di Pilpres. Sebab persentase suara mereka masih cukup tinggi.
"PKB dan Demokrat menjadi partai penentu, partai menompang untuk tiga partai besar di Pencapresan," ujarnya.

Dalam survei LSI, Partai Demokrat dan PKB memang saling salip menyalip. Di tahun 2018 ini elektabilitas mereka juga hanya terpaut tipis.
"Perbedaan elektabilitas kedua partai ini hanya dalam hitungan nol koma. Di sejumlah survei LSI sebelumnya juga menunjukan kedua partai ini bersaing dan saling salip dalam peringkat 4 dan 5," ungkapnya.
Partai Demokrat kini berada di posisi keempat di bawah Gerindra, Golkar dan PDIP dengan 6,2 persen. Lalu disusul PKB diposisi kelima dengan 6,0 persen.
PKB saat ini masih diuntungkan dengan isu agama yang ramai jelang pilkada dan pemilu. Jadi, kata Rully, Partai Demokrat yang dikepalai oleh Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini harus mencari isu baru untuk bisa terus mempertahankan posisinya.
"Jika Partai Demokrat menemukan isu baru yang menggugah maka peluang partai ini di atas PKB juga besar," ungkapnya.

Elektabilitas dua partai ini akan terus naik. Karena dua partai itu juga berencana mengusung tokoh-tokoh besarnya menjadi calon Presiden (capres) dan calon Wakil Presiden (cawapres) seperti Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
"Manuver Muhaimin dan AHY sebagai capres atau cawapres di Pemilu 2019 nanti juga akan mempengaruhi elektabilitas kedua partai," tandasnya.
Diketahui, Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling pada 1200 responden melalui wawancara tatap muka di 34 Provinsi sejak 7 hingga 14 Januari 2018. Margin of error kurang lebih 2,9 persen. Survei juga dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan depth interview narasumber.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya