Debat panas rombongan Ahmad Dhani dengan penolak #2019GantiPresiden

Sabtu, 25 Agustus 2018 22:38 Reporter : Moch. Andriansyah
Debat panas rombongan Ahmad Dhani dengan penolak #2019GantiPresiden Ahmad Dhani bicara deklarasi 2019gantipresiden. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi tiga pemuda bermasker mewarnai acara makan-makan lontong balap Ahmad Dhani Prasetyo dan kawan-kawan di warung kaki lima (PKL), Jalan Keranggan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (25/8) sore.

Tiga pemuda yang mengaku dari Aliansi Peduli Jawa Timur itu datang dengan membawa poster berisi penolakan Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden di Monumen Tugu Pahlawan Surabaya pada Minggu (26/8) pagi besok.

Mereka terus berteriak-teriak: "Bubarkan kampanye!".

Spontan teriakan itu membuat jengkel beberapa panitia deklarasi yang menemani Ahmad Dhani dan Ustaz Derry Sulaiman. "Bukan kampanye ini, mas," jawab Ketua Relawan Go Ganti Presiden, Siti Rafika Hardhiansari dengan nada keras.

Dalam aksi itu, terjadi debat sengit antara salah satu pendemo yang mengaku bernama Iwan dengan beberapa panitia deklarasi.

Awalnya, salah seorang panitia sembari merekam kejadian dengan kamera ponselnya, bertanya kepada salah seorang pendemo, siapa dan dari mana.

Tapi pertanyaan salah satu panitia deklarasi itu tak direspon, justru si pendemo makin keras menyampaikan aspirasinya tanpa mau melepas masker yang dikenakan meski sudah diminta.

"Buka kalau berani, buka (maskernya). Aspirasi (harus) jelas. Ini tidak diketahui siapa. Ayo berani dong," rayu salah satu panitia deklarsi ke tiga demonstran.

"Berarti anda bukan beneran (orang suruhan)? Kalau tidak salah buka dong (maskernya). Jangan anonim," sambung si panitia deklarasi.

Iwan, salah satu demonstran sempat membuka maskernya. Tapi hanya sebentar, lalu kembali menutupkan ke wajahnya.

Saat membuka masker itulah Iwan dibrondong pertanyaan. "Mas kenapa menolak?" tanya panitia demonstran yang juga diamini sejumlah wartawan yang juga ingin mengorek keterangan untuk data.

Iwan lantas menjawab dengan nada keras seperti sedang berorasi. "Karena akan mengganggu kondusivitas Jawa Timur pastinya pak, soalnya apa? Sekarang kondisi, ini kan juga bukan waktunya kampanye, nanti ada waktunya juga, jangan di Jawa Timur," jawab Iwan dengan wajah pucat dan gelagapan.

"Ini kan bukan kampanye," kembali ditegaskan si panitia soal kedatangan Dhani dan Ustaz Derry. "Siapa yang bilang (kampanye), makan. Bukan kampanye, lha iya, makan," jawab Iwan masih dengan nada gelagapan.

"Tapi untuk dekalrasi tersebut, pasti akan mengganggu kondisi Jawa Timur nanti, kami, besok lihat saja, kami pasti akan melawan itu deklarasi yang akan dilakukan itu," ancam Iwan.

Kembali Iwan yang mengaku dari Aliansi Peduli Jawa Timur ini mengingatkan para panitia deklarasi untuk tidak meneruskan niatnya Minggu besok. "Lho ini kan perpolitikan, kan jadinya, sebenarnya kan pesta demokrasi, untuk pesta demokrasi di Jawa Timur sendiri kan," katanya dengan intonasi suara tinggi.

Meski dengan kalimat tak beraturan, Iwan terus ngotot menjelaskan maksudnya dengan nada garang. "Kita ini kan cintai damai, nanti kalau ada deklarasi seperti ini hastag ganti presiden pasti akan memecah belah persatuan dan kesatuan Jawa Timur seperti itu," tuturnya.

Karena kesal dengan penjelasan Iwan yang tak jelas, salah seorang panitia deklarasi yang semula diam melihat di pinggir jalan tiba-tiba menyahut. Bahkan aktif bersahut-sahutan saling debat.

"Hei belajar dulu demokrasi, mas. Lulusan apa (kamu), belajar dulu demokrasi," kata si panitia deklarasi lainnya tadi.

"Ya sama-sama pak, kita negara demokrasi. Beritanya kan nanti Ahmad Dhani juga ikut Caleg, khawatirnya nantinya disusupi kampanye seperti itu," jawab Iwan.

"Hei kalau kampanye itu kewenangannya Bawaslu, tahu gak aturan? Terus Bawaslu yang ngatur, kalau itu (Deklarasi #2019GantiPresiden) kampanye, nanti Bawaslu yang akan turun tangan," kata si panitia deklarasi kembali menjelaskan. "Saya gak ngatur to pak," sahut Iwan dengan suara keras.

"Kenapa kamu menolak-menolak itu?" debat si panitia lagi. "Lho kenapa kalau saya menolak? Wong menolak kok," jawab Iwan ketus sembari meyakinkan kalau dia akan hadir di Deklarasi #2019GantiPresiden untuk membuat perhitungan. "Pastinya, pastinya saya akan hadir," ucapnya yakin. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini