Cerita dan pengakuan Direktur KPK dipilih dampingi Bima Arya di Pilkada Kota Bogor
Merdeka.com - Wali Kota Bogor Bima Arya memutuskan memilih Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi KPK Dedie A Rachim sebagai pendampingnya dalam pertarungan Pilkada Kota Bogor 2018. Melalui sambungan telepon, Dedi menceritakan proses yang akhirnya membawanya terjun ke dunia politik mendampingi Bima Arya.
Dia menceritakan, awalnya Bima mengalami jalan buntu dalam menentukan sosok yang akan mendampinginya sebagai wakil Wali Kota. Akhirnya Bima Arya memilih calon dari luar partai.
"Saya melihatnya mungkin ada beberapa yang deadlock ya. Nah kemudian karena tidak ada kesepakatan mungkin pak Bima sudah mengukur bahwa dukungan koalisi yang ada sudah mencukupi pak Bima untuk memilih seseorang tanpa berasal dari partai," kata Didie, Jumat (29/12).
Ajakan Bima pada Dedie untuk bergabung dalam kontestasi Pilkada Kota Bogor datang belum lama ini. Bima menawari Dedie mengisi posisi calon Wakil Walikota Bogor. Namun saat itu Dedie menyarankan Bima agar meminta persetujuan partai pendukungnya terlebih dahulu.
"Kalau resminya belum terlalu lama artinya kepastian hanya minggu terakhir ini aja. Saya kan ditanya bersedia enggak jadi calon wakil walikota? Saya bilang kalau saya menyatakan bersedia, bukan kemudian partai akan menanyakan apakah menyetujui atau tidak. Nah Pak Bima bilang 'oke kalau gitu saya pastikan dulu'," jelas Dedie.
Akhirnya Dedie memutuskan menerima pinangan Bima Arya. Konsekuensinya, dia harus meninggalkan KPK. Dia punya pembelaan terkait keputusan pamit dari KPK demi politik. Dengan terjun langsung ke birokrasi, dia yakin bisa membantu menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih.
"Saya pikir ini suatu hal yang sangat layak diperjuangkan untuk bantu gimana masyarakat harapannya terwujud. Artinya siapa tahu kita bisa menata birokrasi lebih baik. Makanya saya kan juga dalam proses pengunduran diri," ungkapnya.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membenarkan pengunduran diri Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi KPK, Dedie A. Rachim untuk maju dalam pemilihan Walikota Bogor tahun 2018 mendampingi Bima Arya.
"Ya benar, memang ada pengunduran diri dari Direktur PJKAKI KPK, Dedie A. Rachim karena diminta menjadi calon Wakil Walikota di Pilkada Kota Bogor," kata Febri.
Menurut Febri, Dedie mengundurkan diri lantaran menghindari konflik kepentingan. Padahal, ia masih diperbolehkan menjabat sebagai pejabat KPK sampai ditetapkan sebagai calon Walikota Bogor oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekitar bulan Februari 2018.
"Di KPK harus memberikan contoh baik dan meminimalisir konflik kepentingan sejak dini sampai penetapan tersebut, maka yang bersangkutan memutuskan pengunduran diri ke Pimpinan KPK," ungkapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya