Buka Mukerwil Sumbar, Romy singgung turunnya partisipasi politik
Merdeka.com - Ketua Umum PPP Romahurmuziy membuka musyawarah kerja wilayah (Mukerwil) ke I yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sumatra Barat. Ini sebagai awal konsolidasi pemanasan mesin partai menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.
Romahurmuziy mengatakan, demokrasi merupakan perwujudan dari sistem multipartai. Sistem multipartai adalah sebuah sistem yang terdiri atas berbagai partai politik yang berlaga dalam pemilihan umum, dan semuanya memiliki hak untuk memegang kendali atas tugas-tugas pemerintah.
"Namun kita juga tidak bisa membiarkan demokrasi berjalan tanpa kendali, sehingga kemudian membuat rakyat anti partai," katanya di Hotel Pangeran, Sumatra Barat, Sabtu (16/9).
Demokrasi tanpa kendali, dia mengungkapkan, tidak akan berdampak bagus. Pasalnya, akan membuat rakyat akan anti kepada partai.
"Maka kita harus lakukan konsolidasi secara natural, tidak di paksa, sebagai dulu dipaksa kelompok spirituil, materi menjadi PPP pada tahun 73," jelasnya.
Romy menjelaskan, partisipasi politik semakin menurun. Ini dibuktikan oleh data penurunan partisipan pemilih dalam pemilu. Pada 1999 angka partisipan pemilu mencapai 92,7 persen, sedangkan pada 2014 hanya menyentuh angka 75,11 persen.
"Demokrasi prosedural yang semakin terkonsolidasi. Perpaduan antar parpol ini ditandai makin berkurangnya jumlah parpol penghuni parlemen hasil pemilu," kata dia.
Hal ini diperkuat dengan data jumlah parpol di kursi DPR pada 1999 mencapai 20 parpol. Namun, 2014 menjadi 10 parpol. "Bisa saja diferensiasi dan konsolidasi politik terjadi masa mendatang," ujar Rommy.
Acara Mukerwil ke-I PPP Sumbar ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit, Wakil Walikota Padang Emzalmi, DPRD Sumatra Barat Fraksi PPP, dan seluruh pengurus dan kader PPP se-Sumatra Barat.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya