Debat keempat capres-cawapres akan digelar pada Sabtu (30/3) malam. Salah satu tema yang akan diangkat ialah soal ideologi.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan Prabowo telah siap mengikuti debat capres besok. Terkait ideologi, Prabowo diklaim sangat Pancasilais.
"Insyaallah kalau bicara ideologi tidak diragukan lagi. Pak Prabowo ideologinya tentu Pancasila," jelas Juru Debat BPN, M Riza Patria di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/3).
Riza mengatakan, Prabowo hidup di lingkungan dinas militer dari Sabang sampai Merauke sejak umur 18 tahun, dimana mantan Danjen Kopassus itu mempertaruhkan jiwa raganya untuk kepentingan bangsa. Dalam kesempatan itu, Riza juga menyinggung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang pernah diusung Gerindra sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta beberapa tahun lalu. Itulah salah satu bukti Prabowo telah menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam hidupnya.
"Jadi kalau tanya Pancasilanya Pak Prabowo Subianto tidak diragukan lagi. Kalau orang baru bicara Bhinneka Tunggal Ika, Pak Prabowo membuktikan (dengan) menghadirkan Ahok yang dari etnis tertentu, dari agama tertentu yang bukan mayoritas sebagai calon wakil gubernur. Jadi Pak Prabowo adalah seorang Pancasila," jelasnya.
"Pak Prabowo adalah Pancasilais. Ketika diserang, dihina, dihujat, difitnah tidak melawan. Justru membalas dengan kebaikan. Itulah butir-butir Pancasila yang betul-betul diimplementasikan oleh beliau," lanjutnya.
Dia juga membantah pernyataan AM Hendropriyono yang mengatakan Pemilu tahun ini adalah pertarungan ideologi Pancasila versus khilafah. Prabowo, kata dia, menolak berbagai aliran yang tak sesuai dengan Pancasila.
"Entah itu aliran terorisme, ISIS dan radikalisme termasuk juga komunis yang terus menjadi bahaya laten. Apalagi di beberapa tempat bangkitnya komunisme. Tentunya beliau sebagai Pancasilais menolak komunis di Indonesia," jelasnya.