BPN Klaim Temukan 9.440 Kesalahan Input, TKN Sarankan Bawa Bukti ke KPU

Selasa, 30 April 2019 21:38 Reporter : Merdeka
BPN Klaim Temukan 9.440 Kesalahan Input, TKN Sarankan Bawa Bukti ke KPU Hasto Kristiyanto. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - BPN Prabowo-Sandiaga mengklaim menemukan 9.440 kesalahan input atau 6 persen dari data aplikasi Sistem Penghitungan Suara (Situng) KPU. Temuan itu diperoleh BPN dari hasil verifikasi manual di Web Situng KPU pada 27-29 April 2019.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, menyerahkan sepenuhnya kepada pihak KPU untuk menjawabnya. "Ya KPU kita minta untuk menjawab itu," kata Hasto di Jakarta, Selasa (30/4).

Sekretaris Jenderal PDIP ini juga menuturkan, partainya juga sudah punya alat untuk mengecek. Sehingga, punya alat bukti jika ada kesalahan.

"Kami PDIP juga punya kroscek. Kami kalau memberikan kritik, kami punya alat bukti," jelas Hasto.

Karenanya, masih kata dia, jika BPN mempunyai alat bukti, lebih baik disampaikan langsung ke KPU dan Bawaslu. "Sebaiknya, alat buktinya disampaikan dibawa ke KPU dan Bawaslu, biar mekanisme perundangan yang menentukan itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Tim BPN meneliti 172.174 PS dari 404.290 TPS yang sudah masuk ke Web Situng KPU (42 persen).

Sebelumnya, Komisioner KPU Ilham Saputra meminta BPN melaporkan secara resmi kesalahan entri. Dengan dilaporkan resmi, maka KPU bisa mengecek data dan mengoreksi. "Lapor ke kita, mana datanya?" kata Ilham di Kantor Bawaslu RI

Ilham menegaskan, saat ini kesalahan input yang ditemukan KPU sebanyak 140, bukan ribuan seperti yang dikatakan tim relawan BPN. "Baru 140-an. Entar saya kasih datanya. Enggak (sampai ribuan)," ucapnya

Ia justru menantang agar data ribuan kesalahan input data yang disebut BPN dapat dibuka dan dilaporkan. "Mana kalau ada datanya? Mana? Ya mana datanya, ayo laporkan saja ke kita, kita cocokkan," ujarnya

Sementara itu, Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, apabila ada kesalahan dalam C1, hal itu dapat diperbaiki di rapat pleno tingkat kecamatan atau kabupaten/kota. Kedua apabila ada perbedaan antara C1 dan input data Situng, perbaikan dapat dilakukan dengan adanya laporan resmi, selanjutnya akan ada koreksi.

Kedua hal tersebut, lanjut Arief dijelaskan dalam keterangan Disclaimer di web Situng KPU.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini