Berseteru dengan bos Freeport, Mukhtar pamer sebagai atlet silat

Jumat, 10 Februari 2017 17:43 Reporter : Naomi Maharani
Berseteru dengan bos Freeport, Mukhtar pamer sebagai atlet silat Chappy Hakim dan Mukhtar Tompo. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Perseteruan antara anggota Komisi VII fraksi Partai Hanura, Mukhtar Tompo dengan Presdir PT. Freeport Indonesia, Chappy Hakim menyita perhatian publik. Mukhtar menegaskan pertanyaannya soal pembangunan smelter tidak ada yang keliru. Dia heran, Chappy merespons pertanyaan itu dengan membentaknya usai rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi VII bersama 12 perusahaan tambang.

"Sampai sekarang tidak bisa mengira-ngira apa yang membuat Pak Chappy tersinggung karena tidak ada pernyataan saya sedikitpun yang keliru," ujar Mukhtar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/2).

Dengan insiden itu, Mukhtar mengklaim lebih bijak ketimbang Chappy dalam menanggapi kritikan. Dia bahkan memamerkan diri sebagai atlet silat. Sebagai anak muda, Mukhtar bisa lebih sabar menanggapi amukan dan kemarahan dari Chappy.

"Saya kelahiran 81 darah saya biru dan orang Makassar dan saya atlet tapak suci. Bagi saya, sabar saja. Mungkin Pak Chappy saat itu lagi ada masalah," tambahnya.

Mukhtar mengaku tidak mengenal sosok Chappy dan hanya sebatas bertemu saat rapat. "Sama sekali tidak ada pertemuan, saya tak pernah bertemu di luar," tutupnya.

Untuk diketahui, Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan 12 Perusahaan Tambang yang salah satunya PT Freeport Indonesia berlangsung panas. Saat RDPU memasuki sesi akhir, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim marah ke Anggota Komisi VII DPR Mukhtar Tompo.

Mukhtar bercerita awalnya meminta sikap konsisten dari PT Freeport Indonesia terkait pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur.

"Konsisten yang saya maksud internal Freeport sendiri, atau Freeport dengan lembaga lain yang menjadi mitra dalam membangun smelter. Selama ini lain jawaban Gresik, lain jawaban Freeport," kata Mukhtar di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/2).

Usai melontarkan pernyataan tersebut, Politikus Hanura itu langsung menghampiri Chappy Hakim untuk bersalaman saat rapat telah dinyatakan ditutup. Namun, saat sudah mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Chappy Hakim, Mukhtar mengaku mantan Kasau tersebut menolak untuk bersalaman dengan dirinya.

"Dia (Chappy Hakim) sensi. Di tepis tangan, dia tunjuk dada, baju saya kena," ucapnya.

Dia mengaku, Chappy Hakim naik pitam atas pernyataannya itu. "Kau jangan macam-macam? Mana? Mana, kata kalian, tidak konsisten? Saya konsisten. Mana (tidak konsisten)?" kata Mukhtar menirukan pernyataan Chappy Hakim yang sembari marah-marah. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Freeport
  2. DPR
  3. Hanura
  4. Chappy Hakim
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini