Beda NU dan Muhammadiyah di mata Calon Wagub DKI Djarot
Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur nomor urut 2 Djarot Syaiful Hidayat mengungkapkan beda antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah saat menerima kunjungan silaturahminya. Menurutnya, bersama NU, suasana pertemuan santai dan penuh canda.
"Kalau silaturahmi dengan warga NU banyak guyonannya, kalau Muhammadiyah itu tegang serius," kata Cawagub DKI Jakarta Djarot di kantor PWNU, Jakarta Timur, Sabtu (8/4).
Djarot pun mengatakan bahwa NU sampai saat ini juga berada di garis depan dalam membela Pancasila dan juga negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).
"Sampai sekarang NU berada di garis depan untuk membela Pancasila, dan NKRI dan menghargai bhineka tunggal ika, kemudian terikat betul terhadap negara Republik Indonesia, dan patuh terhadap UUD," ujarnya.
Indikatornya ialah dalam sejarah Republik Indonesia hanya NU yang tidak pernah memberontak. "Bayangkan ketika zaman DI/TII ikut melawan, PKI ikut melawan. Yang tidak ikut berontak dan berada garis depan itu NU," katanya.
Menurutnya, Islam yang diajarkan oleh NU itu adalah Islam yang sejuk. "Islam yang sejuk Islam yang betul-betul menyatu akan budaya masyarakat," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya