Bawaslu sayangkan jika Pilkada serentak hanya bertemu di DKI saja
Merdeka.com - Pilkada serentak 15 Februari mendatang dinilai hanya bertumpu pada Pilkada DKI Jakarta. Anggota tim asistensi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abdul Ghofur menyayangkan hal tersebut.
Padahal menurut Ghofur ada beberapa daerah yang menarik untuk diperhatikan mulai dari menurunnya tingkat kekerasan dalam Pilkada, seperti yang terjadi di Aceh, Papua, Papua Barat.
"Saya kira ini isu menarik untuk didiskusikan. Saya berharap, daerah-daerah di Aceh, Papua, dan Papua Barat mendapatkan perhatian dari sisi konflik," kata Ghofur di kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (9/2).
"Jadi pada 2015 itu cenderung turun sekali, tapi 2017 ini menyimpan potensi yang cukup tinggi berdasarkan pengamatan kami," imbuhnya.
Menurutnya tingkat kekerasan Pilkada di tahun ini meningkat lantaran beberapa waktu lalu mendapat laporan adanya penembakan mobil terhadap satu kandidat calon kepala daerah di Aceh yang diduga dilakukan oleh lawan pasangan calon lainnya.
"Sempat terjadi penembakan terhadap mobil pasangan calon tertentu dan diduga dilakukan oleh pasangan calon tertentu juga," tukasnya.
Sementara di Tolikara, Papua, Ghofur mengatakan 29 orang meninggal saat Pilkada tahun 2012 lalu. Tewasnya 29 orang itu setelah didahului perang antar pendukung pasangan calon.
"Antar pasangan calon pendukung perang gitu dan ini menurut catatan kami ada rivalitas antara pasangan dua calon," ucapnya. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya