Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bantah tak hormati ulama, Gerindra sebut Prabowo dalam posisi sulit pilih cawapres

Bantah tak hormati ulama, Gerindra sebut Prabowo dalam posisi sulit pilih cawapres Prabowo dan Sandiaga tes kesehatan. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dianggap tidak menghormati ulama karena tidak menjalankan hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang diselenggarakan oleh Gerakan Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) beberapa waktu lalu. Dalam Ijtima tersebut para ulama menginginkan Prabowo bersandingan dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri atau Ustaz Abdul Somad (UAS).

Isu tersebut langsung dibantah oleh anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade. Menurutnya tudingan tersebut adalah fitnah yang dibangun oleh pendukung capres petahana, Joko Widodo (Jokowi).

"Ada narasi yang dibangun dengan segala fitnah dan isu hoaks ya. Ini fakta kenyataannya dan itu yang dibangun narasi itu bukan hanya di media sosial tapi oleh politisi-politisi pendukung Pak Jokowi. Fitnah dan hoaks," kata Andre dalam sebuah diskusi bertajuk 'Hoax dan Pemilu 2019' di Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta Pusat, Selasa (14/8).

Andre menjelaskan, mantan Danjen Kopassus itu kesulitan untuk memenuhi hasil dari Ijtima Ulama. Sebab, UAS menolak maju sebagai cawapres dan beberapa pihak justru menolak Salim Segaf.

"Presidennya sudah, cawapresnya memang agak sulit kita karena UAS yang bisa diterima semua pihak menolak. Nah Habib Salim ada yang menolak, kan kesulitan kami. Kita kan ingin bangun koalisi," ungkapnya.

Menurutnya, Sandiaga Uno dianggap bisa menjadi penengah koalisi. Lagi pula, tambah dia, beberapa ulama, termasuk Salim Segaf tetap mendukung pemilik saham Saratoga itu menjadi cawapres Prabowo.

"Salah satu yang direkomendasikan oleh Ijtima Ulama Habib Salim itu kan mendukung bang Sandi bahkan ulama-ulama yang hadir di Ijtima Ulama itu hadir di KPU. Ada Kiai Rosyid, ada Ustaz Al Khaththath semuakan mendukung Pak Prabowo," ucapnya.

Andre menegaskan, Prabowo tetap menghormati ulama. Bahkan, kata dia, sampai saat ini komunikasi masih terus dilakukan.

"Jadi komunikasi terus kita jalan kan ulama apalagi kan ulama tahu Pak Prabowo sejak zaman Kapten sampai Ketum Gerindra enggak pernah memusuhi umat, tidak pernah memusuhi ulama bahkan mengkriminalisasi ulama enggak penah," tandasnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP