Anggota DPR PDIP Diduga Kena OTT KPK, Djarot Bilang 'Itu Bukan Kader Kita'

Kamis, 8 Agustus 2019 15:57 Reporter : Merdeka
Anggota DPR PDIP Diduga Kena OTT KPK, Djarot Bilang 'Itu Bukan Kader Kita' Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 11 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan sejak Rabu 7 Agustus 2019 hingga dini hari tadi. OTT dilakukan diduga terkait suap impor bawang putih.

Komisi antirasuah menyebut, ada keterlibatan anggota Komisi VI DPR dalam kasus dugaan suap tersebut. Saat ini, terduga pelaku disebut sedang berada di Bali mengikuti Kongres PDIP.

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, tidak tahu ada kadernya yang kena OTT. "Saya belum dengar malah. Saya belum tahu, belum dengar kabar," kata Djarot di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Kamis (8/8).

Dia menuturkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengingatkan kadernya untuk anti korupsi. "Yang jelas semalam Ibu Megawati sudah diingetin betul kita anti korupsi. Kalau ada mereka seperti itu, itu bukan kader kita," jelas Djarot.

Dia pun menegaskan, semua pihak yang melakukan itu akan dipecat. "Kalau dia nganu (korupsi) pecat di tempat," pungkasnya.

Sementara itu, Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan anggota DPR diduga kader PDIP tersebut. Terduga pelaku diamankan tak lama setelah mendarat di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

"Tadi sudah diamankan satu orang lagi dan telah berada di KPK untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Dibawa tim dari Bandara CGK," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (8/8).

Febri memastikan, satu orang yang diamankan adalah anggota DPR Komisi VI. Diduga legislator tersebut yakni Nyoman Dhamantra, politisi PDI Perjuangan.

"Anggota DPR Komisi VI," kata Febri.

Diduga, Nyoman terbang dari Bali usai menghadiri Kongres V PDIP dan langsung diamankan tim penindakan.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut pihaknya menugaskan tim untuk menjemput Nyoman di Bali.

"Ya mungkin ada tim yang ke sana mungkin. Kan harus, kita lihat kan, siapa sih pelaku utamanya. Kan enggak mungkin kita menetapkan tersangka hanya dari perantara," kata Alex.

KPK sebelumnya mengamankan 11 orang dalam operasi senyap kali ini. Tim penindakan mengamankan uang Dollar AS dan bukti transfer rekening sebesar Rp2 miliar.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka yang diamankan. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini