Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Komisi VII, Novita Hardini, mendesak pemerintah untuk segera memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Penegasan ini disampaikan sebagai respons cepat terhadap situasi pascabencana yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Novita menekankan bahwa empati dan tindakan nyata adalah kunci dalam penanganan krisis kemanusiaan ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Novita di Jakarta pada hari Jumat, 13 Februari, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada warga terdampak. Ia menegaskan bahwa kerja politik tidak boleh hanya berhenti di ruang rapat dan forum formal semata. Politik akan bermakna ketika benar-benar hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi masa sulit dan membutuhkan uluran tangan.
Menurut Novita, kehadiran wakil rakyat di lapangan saat warga menghadapi cobaan berat adalah esensi dari pengabdian. Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang merasa sendirian dalam menghadapi dampak bencana. Langkah nyata di lapangan harus seiring dengan pembahasan strategis di parlemen.
Advertisement
Advertisement
Novita Hardini secara tegas menyatakan bahwa kerja politik akan jauh lebih berarti ketika diwujudkan dengan kehadiran nyata di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan. Ia berpendapat bahwa segala pembahasan dan keputusan yang diambil di ruang rapat harus selalu sejalan dengan langkah-langkah konkret di lapangan. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk tidak hanya merumuskan kebijakan, tetapi juga mengimplementasikannya secara langsung demi kesejahteraan rakyat.
Baginya, empati dan respons yang cepat menjadi pilar utama tanggung jawab seorang wakil rakyat dalam situasi darurat. Kondisi pascabencana menuntut perhatian ekstra dan tindakan sigap dari para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah. Oleh karena itu, memastikan kebutuhan korban gempa Pacitan terpenuhi adalah prioritas utama yang tidak bisa ditunda.
Kehadiran langsung di lokasi bencana juga merupakan bentuk dukungan moral yang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak. Dengan demikian, mereka tidak merasa terisolasi atau diabaikan dalam menghadapi situasi sulit pascabencana. Ini adalah wujud nyata dari kepedulian pemerintah dan wakil rakyat terhadap penderitaan yang dialami masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Di tengah situasi pascabencana yang penuh tantangan, Novita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong. Ia menekankan pentingnya saling menjaga dan menguatkan satu sama lain sebagai sebuah bangsa yang satu. Semangat kebersamaan dan bahu-membahu diyakini menjadi kekuatan utama untuk melewati berbagai krisis dan cobaan yang datang.
Novita juga mengungkapkan bahwa kehadirannya di tengah warga terdampak sejalan dengan arahan dari Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan. Arahan tersebut menggarisbawahi bahwa para kader harus "menangis dan tertawa bersama rakyat" dalam setiap kondisi. Hal ini mencerminkan filosofi pelayanan publik yang mendalam dan berakar pada penderitaan rakyat.
Prinsip ini menegaskan bahwa wakil rakyat harus merasakan langsung penderitaan dan kebahagiaan masyarakat yang diwakilinya. Dengan demikian, kebijakan yang diambil akan lebih relevan, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Pemenuhan kebutuhan korban gempa Pacitan menjadi salah satu manifestasi penting dari prinsip keberpihakan kepada rakyat ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews