Alasan warga tolak Ahok saat kampanye di Ciracas
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kembali mendapat penolakan saat kampanye di Jalan Raya Cantex, Gang Mandiri, Ciracas, Jakarta Timur. Ternyata massa aksi itu tidak semuanya warga Ciracas, tetapi juga ada dari Bambu Apus dan Kampung Rambutan.
Koordinator aksi, Ahmad Bunai mengatakan, rencana kedatangan Basuki atau akrab disapa Ahok sebenarnya telah diketahui sejak Senin (14/11) kemarin. Dengan itikat baik, beberapa tokoh masyarakat menemui Ketua RT untuk membatalkan kampanye tersebut.
"RT tersebut udah didatangi para ustaz tadi malam dia bilang dia (Ahok) itu tamu. Kita gak boleh menolak kedatangan tamu itu," kata Bunai di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (15/11).
Pria mengaku warga RT 04 RW 10 Ciracas, ini akhirnya mencoba menghubungi RW setempat. Ternyata RT notabenenya merupakan kader PDI Perjuangan itu tidak melakukan komunikasi dengannya. Alhasil, semua keputusan atas kedatangan Ahok diserahkan kepada warga.

"Tadi pagi saya telah menerima telepon dari bapak RW Pak Agus, dia orang BNN. Dia menyerahkan pada umat Islam karena tidk ada komunikasi antara RT dengan RW itu," tuturnya.
Habib Ahmad menambahkan, sebenarnya? tidak ada permasalahan jika memang mantan politisi Gerindra itu hadir. Namun saat ini kondisi kasus dugaan penistaan agama masih berjalan sehingga sebaiknya meredam masa kampanyenya.
"Dia gak memikir resikonya. Karena ini masyarakat umat islam sudah tidak kuat lagi dengan urusan ahok. Kita menunggu sidangnya. Keputusannya sampai saat sekarang. Kita belum mendapatkan hasil daripada pengumuman ahok di tangkap," tegasnya.
Dia juga menyayangkan keputusan Ahok untuk tidak menghadiri gelar perkara hari ini di Mabes Polri. "Harusnya ahok gelar perkara tapi kita dengar kabar melakukan kunjungan ke beberapa tempat." (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya