Airlangga Jelaskan Maksud Wacana Syarat Caketum Golkar Didukung 30 Persen Suara

Kamis, 28 November 2019 17:44 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Airlangga Jelaskan Maksud Wacana Syarat Caketum Golkar Didukung 30 Persen Suara Rapat Pleno Partai Golkar. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Kubu Bambang Soesatyo menuding Ketum Golkar Airlangga Hartarto menabrak AD/ART lantaran meminta syarat dukungan minimal 30 persen suara untuk maju jadi ketum Golkar. Airlangga menjelaskan, hal tersebut untuk membuktikan para kandidat punya dukungan nyata.

"Perlu dipahami mekanisme daripada Munas. Satu, masa pendaftaran atau kita sebut periode penjaringan. Sesudah itu, masuk periode pencalonan. Di periode itu ada syarat dukungan 30 persen. Nah 30 persen itu kan harus dibuktikan, bukan dengan mengklaim didukung sebanyak 30 persen," kata Airlangga di Merlynn Park Hotel, Jakarta Barat, Kamis (28/11).

Airlangga menambahkan, pada saat penjaringan awal, yang dicek adalah persyaratan administratif. Begitu lolos, maka dia bisa menjadi bakal calon Ketum Golkar. Dari tahap pencalonan itu, dengan persyaratan didukung 30 persen suara, berlanjut ke tahap voting atau pemilihan.

"Nah dalam pemilihan itu apabila dipilih 50+1, menurut AD/ART itu yang dimaksud dengan yang namanya aklamasi. Proses musyawarah mufakat bisa dilakukan dalam setiap fase," jelas Airlangga.

1 dari 2 halaman

Diprotes Kubu Bamsoet

Untuk diketahui, Rapat pleno DPP Golkar yang membahas soal persiapan Munas awal Desember nanti berjalan panas. Kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) protes keras soal mekanisme pemilihan yang diusulkan Airlangga.

Airlangga minta pemilihan ketum melalui surat dukungan. Selain itu, Airlangga juga minta syarat dukungan untuk maju Ketum Golkar minimal dapat 30 persen suara.

"Jadi usulan Airlangga itu menabrak AD/ART," jelas Wakil Ketua Dewan Pembina Golkar MS Hidayat kepada merdeka.com, Kamis (28/11). Hidayat mendukung Bamsoet dalam Munas Golkar 2019.

2 dari 2 halaman

Kubu Bamsoet Ingin Pemilihan Langsung

Kubu Bamsoet menolak pemilihan melalui surat dukungan. Mereka hanya ingin pemilihan melalui surat suara di bilik yang disediakan di Munas Golkar.

MS Hidayat menjelaskan, dalam AD/ART Partai Golkar Pasal 50 ayat (1) disebutkan: Pemilihan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Provinsi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota, Ketua Pimpinan Kecamatan, dan Ketua Pimpinan Desa/Kelurahan atau sebutan lain dilaksanakan secara langsung oleh Peserta Musyawarah.

Atas dasar itu, MS Hidayat menyebut, tidak ada aturan syarat 30 persen dukungan untuk maju jadi ketum Golkar di Munas. "Enggak ada ketentuannya. Dan ditolak di rapat pleno semalam oleh pro Bamsoet," tegas MS Hidayat. [ray]

Baca juga:
Airlangga Bantah Kabar Tiga Menteri Jokowi Intervensi Munas Golkar
Buka Sekolah Pendidikan Politik, Airlangga Ingin Kader Paham Tugas di Munas
Kubu Airlangga Klaim Mayoritas Kader Ingin Caketum Golkar Didukung 30 Persen DPD
Kubu Airlangga Bantah Tudingan Loyalis Bamsoet Soal 3 Menteri Tekan DPD
DPD Sumsel Sebut Isu Menteri Jokowi Tekan Kader Golkar Hoaks

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini