Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

AHY safari politik ke Klaten, pengusaha mebel & konveksi soal permodalan

AHY safari politik ke Klaten, pengusaha mebel & konveksi soal permodalan Agus Harimurti Yudhoyono. ©handout/The Yudhoyono Institute

Merdeka.com - Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono mengadakan dialog dengan pengusaha mabel dan konvensi di Klaten, Jawa Tengah. Pada dialog bertajuk 'AHY Suwon Jateng' pengusaha menyampaikan keluh-kesahnya.

Pengusaha yang pertama kali diberi kesempatan berbicara adalah pengusaha mebel bernama Poniman. Ia mengaku kesulitan modal.

"Ada kendala terutama bahan baku, karena permintaan konsumen kayu harus kering, maka harus stok lebih banyak. Maka kami harus modal lebih banyak," ucap Poniman, Senin (9/4/2018).

Tak hanya itu, Poniman juga mengeluh tenaga kerja yang kian berkurang akibat munculnya perusahaan asing.

"Rata-rata tukang kayu pada kerja perusahaan asing. Mungkin karena gaji yang lebih tinggi," ujar dia.

"Mengantisipasi tenaga kerja yang sulit kami membutuhkan peralatan guna menghasilkan produksi yang baik," dia menambahkan.

Nasib serupa dialami pengusaha konveksi bernama Yati. Ia pun mengaku menemui banyak kendala di usahanya. "Pada bidang bahan baku, pemasaran dan terutama modal pak, maka kami minta solusi dari pak AHY," ujar Erna.

Menjawab keluhan para pengusaha itu, AHY berjanji akan mengatasinya apabila dipercaya memimpin Indonesia di masa mendatang. "Ini harus bisa dibuat kebijakan, saya tekankan bukan pemangku kebijakan. Ini adalah sebuah gagasan dari aspirasi. Namun jika terpilih, kami akan usahakan program yang baik untuk para pengrajin Klaten," ungkap dia.

"Kami ingin menghadirkan kehidupan lebih baik untuk Indonesia lebih baik maju dan sejahtera, kita akan wujudkan jika bekerja keras dan berikhtiar dalam perjuangan kita ke depan," dia menandaskan.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP