Ahok: Lewat parpol butuh Rp 200 miliar bos, duit saya enggak sampai

Jumat, 11 Maret 2016 14:23 Reporter : Al Amin
Ahok: Lewat parpol butuh Rp 200 miliar bos, duit saya enggak sampai Ahok di Pasar Induk Kramat Jati. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali membeberkan salah satu alasan dirinya enggan menggunakan kendaraan politik karena besarnya dana yang harus digunakan untuk menggerakkan mesin partai. Dengan kalkulasi kasar, dalam setahun, minimal harus mengeluarkan ratusan miliar. Itu belum termasuk mahar untuk partai.

"Ini pemilihan masih sampai Januari. Butuh Rp 200 miliar bos," kata Ahok di Balai Kota, Jumat (11/3).

"Kamu hitung berapa biaya kalau mau pakai parpol," tambahnya.

Ahok menuturkan, dana sebesar itu dibutuhkan untuk membiayai pergerakan pengurus partai di tingkat ranting. Jika di setiap RT ada satu ranting, minimal membutuhkan uang operasional Rp 1 juta per bulan. Maka jika dana tersebut dikali jumlah RT yang ada di DKI yang diperkirakan berjumlah 20.000 lebih, maka dana yang dibutuhkan Rp 200 miliar diperlukan selama setahun.

Setelah tahu besarnya biaya untuk menggerakkan satu partai, Ahok mengakui tidak mampu. "Itu baru satu partai. Duit saya enggak sampai," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini angkat bicara soal tudingan adanya mahar politik di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Risma, yang juga merupakan salah satu kader PDIP, memastikan proses politik di partainya bersih dari mahar. Oleh karena itu, dia menilai opini yang berkembang di masyarakat, terkait mahar politik tidak benar adanya.

"Jadi gini lho ya, aku itu masuk sama sekali ndak ada uang. Jadi kalau misalkan kita diminta, kalau misalkan Pak Ahok diminta dekat ke mesin partai, ada kunjungan PAC, ada kunjungan ranting, itu ya iya lah. Tapi mesin partai itu kan bergerak. Kayak aku kemarin itu turun kan ya bareng mereka, sama PAC, sama ranting, tapi ya enggak ada ngomong uang itu," kata Risma kepada wartawan, Jumat (11/3).

Baca juga:
Bantah Ahok soal mahar, PDIP benarkan kampanye butuh biaya besar
Soal mahar, Hanura duga parpol pengusung Jokowi-Ahok yang minta duit
Demokrat dan PKB desak Ahok buktikan partai yang minta mahar politik
Ahok
Deddy Mizwar tak minat maju Pilgub DKI, tapi siap jadi Ketua RT

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini