6 Isu Populer Selama Pilpres 2019 versi Survei LSI Denny JA

Kamis, 6 Desember 2018 18:28 Reporter : Yunita Amalia
6 Isu Populer Selama Pilpres 2019 versi Survei LSI Denny JA Deklarasi Kampanye Damai. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei mengenai program dan isu dalam masa dua bulan kampanye Pilpres. Ada enam isu populer.

Peneliti LSI, Rully Akbar menyebut penyelenggaraan Asian Games menempati urutan pertama sebagai isu populer di masyarakat.

"Tingkat pengenalan atau pemilih tahu penyelenggaraan Asian Games itu sebesar 85,1 persen dengan tingkat kesukaan 96,5 persen dan tingkat ketidaksukaan 0,6 persen," ujar Rully di Graha Rajawali, Jakarta Timur, Kamis (6/12).

Isu populer kedua adalah kunjungan Joko Widodo ( Jokowi) ke korban gempa dan tsunami Palu dengan persentase 75,5 persen. Ketiga, kunjungan Jokowi ke korban gempa Lombok sebesar 67,9 persen. Keempat berita bohong yang disampaikan Ratna Sarumpaet sebesar 57,2 persen. Lalu nilai tukar rupiah ke dolar sebesar Rp 15 ribu sebesar 54,2 persen. Terakhir, tentang pembakaran bendera ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Kendati isu Asian Games menempati urutan pertama, isu paling tinggi untuk elektoral Jokowi- Ma'ruf adalah kunjungannya ke korban gempa dan tsunami di Palu.

"Isu ini dikenal oleh 75,5 persen pemilih. Dan isu ini, Jokowi mengalami surplus positif sebesar 33,3 persen jika dikalikan antara popularitas dengan surplus dukungan, maka angkanya sebesar 25,1 persen," ujar dia.

Persentase isu populer yang menimbulkan efek elektoral juga dialami oleh Prabowo-Sandi, yakni saat kunjungan Prabowo ke korban Lombok. Kunjungan tersebut meraih angka 4,2 persen. Kunjungan Capres nomor urut 02 itu menempati isu populer peringkat pertama guna mendongkrak elektoral.

Rully mengatakan, survei dilakukan sejak 10-19 November yang melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan dengan cara multistage random sampling, wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner, dan margin of error kurang lebih 2,9 persen. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini