51 KRI Siap Beraksi: KSAL Pantau Gladi Parade Alutsista HUT TNI ke-80 di Teluk Jakarta untuk 2025

Kepala Staf TNI Angkatan Laut dan Pangkoarmada RI meninjau langsung gladi parade alutsista HUT TNI ke-80 di Teluk Jakarta, memastikan kesiapan 51 KRI dan atraksi spektakuler untuk perayaan 2025.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
51 KRI Siap Beraksi: KSAL Pantau Gladi Parade Alutsista HUT TNI ke-80 di Teluk Jakarta untuk 2025
Kepala Staf TNI Angkatan Laut dan Pangkoarmada RI meninjau langsung gladi parade alutsista HUT TNI ke-80 di Teluk Jakarta, memastikan kesiapan 51 KRI dan atraksi spektakuler untuk perayaan 2025. (Merdeka.com)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Panglima Komando Armada RI (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Denih Hendrata secara langsung memantau gladi presidential inspection di Teluk Jakarta. Peninjauan ini dilakukan pada Sabtu (27/9) sebagai bagian dari persiapan matang menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI.

Kegiatan gladi parade alutsista laut tersebut bertujuan untuk mematangkan persiapan sailing pass yang akan menjadi salah satu puncak acara HUT TNI di Teluk Jakarta pada 2 Oktober 2025 mendatang. Kesiapan seluruh elemen, mulai dari personel hingga alat utama sistem senjata (alutsista), menjadi fokus utama dalam peninjauan ini.

Pangkoarmada RI Laksdya Denih Hendrata, saat dikonfirmasi di Jakarta, mengungkapkan bahwa jajaran pejabat TNI AL meninjau gladi di atas KRI Radjiman Wedyodiningrat-992. Peninjauan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT TNI dapat berjalan profesional dan aman.

Kesiapan Maksimal Jelang HUT TNI ke-80

Dalam gladi parade alutsista tersebut, Laksdya Denih Hendrata memeriksa berbagai aspek kesiapan yang melibatkan unsur laut dan udara. Peninjauan meliputi penampilan parade kapal perang (KRI), manuver pesawat dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), hingga atraksi simulasi pembebasan sandera oleh pasukan Komando Pasukan Katak (Kopaska).

Salah satu fokus utama adalah memastikan KRI-320 Brawijaya, kapal perang yang baru saja diakuisisi oleh TNI AL, dapat tampil maksimal dalam rangkaian parade KRI. Kehadiran KRI Brawijaya diharapkan dapat menambah kekuatan dan kemegahan parade HUT TNI ke-80 di Teluk Jakarta.

Laksdya Denih Hendrata menyatakan bahwa gladi berjalan lancar dan sesuai dengan harapan yang telah ditetapkan. "Gladi ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT TNI berjalan profesional dan aman," ujarnya. Ia berharap pasukannya dapat memberikan penampilan terbaik pada perayaan 2 Oktober 2025 nanti.

Perencanaan Matang untuk Parade Spektakuler

Sebelum pelaksanaan gladi di lapangan, TNI AL telah menggelar tactical floor game (TFG) di Markas Komando (Mako) Koarmada RI. TFG ini merupakan tahapan krusial dalam menyusun rangkaian parade KRI dan penampilan alutsista lainnya dengan perhitungan yang cermat.

Dalam TFG tersebut, pihak TNI AL menempatkan masing-masing alutsista pada barisan yang tepat agar dapat tampil optimal dan memukau pada 2 Oktober 2025. Sebanyak 51 KRI disusun dalam formasi khusus dengan perhitungan yang matang untuk memastikan visibilitas dan dampak visual yang maksimal.

Seluruh persiapan ini dilakukan dengan tujuan agar parade alutsista dapat disaksikan langsung oleh jajaran pejabat tinggi TNI, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang dijadwalkan hadir pada acara tersebut. Kehadiran Presiden akan menjadi momen penting bagi TNI untuk menunjukkan kekuatan dan profesionalisme Angkatan Laut Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi