Yenny Wahid: Gus Dur dilengserkan karena ingin ganti Kapolri

Kamis, 29 November 2012 13:47 Reporter : Arbi Sumandoyo
Yenny Wahid: Gus Dur dilengserkan karena ingin ganti Kapolri Sutan Bhatoegana minta maaf. ©2012 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Yenny Wahid berusaha meluruskan sejarah tentang dilengserkannya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Menurut Yenny, ayahnya dilengserkan bukan karena tersangkut kasus Bulogate dan Bruneigate seperti dituduhkan oleh Sutan Bhatoegana.

"Ini adalah momentum pelurusan sejarah, bahwa Gus Dur diturunkan bukan karena korupsi, tapi ketegangan. Pemicunya karena Gus dur akan mengganti Kapolri tanpa konsultasi dengan MPR dan DPR," ujar Yenny.

Hal itu dia sampaikan usai menerima Anas Urbaningrum dan Sutan Bhatoegana di kediaman Gus Dur, Jalan Warung Silah No 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (29/11).

Yenny menyebut bahwa keluarga besar Gus Dur sudah menerima permintaan maaf Sutan Bhatoegana. Dia pun berharap seluruh pendukung Gus Dur untuk memaafkan Sutan.

"Kami mencatat pernyataan baik Pak Sutan yang diantar Anas, dan kami juga memaafkan. Ini juga harus dipisahkan, bahwa yang keluar bukan pernyataan Demokrat, tetapi pribadi Sutan," terang Yenny.

Sutan Bhatoegana sebelumnya menyebut Gus Dur juga tidak 'bersih-bersih' amat. Sutan menyebut bila Gus Dur juga tersangkut skandal Bulogate dan Bruneigate.

Atas pernyataan tersebut para pendukung Gus Dur melakukan protes keras kepada Sutan. Gelombang protes terus terjadi dan mengecam Sutan. Politikus Partai Demokrat tersebut dinilai telah menghina Gus Dur yang juga Presiden keempat. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Gus Dur
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini