Waspada jalur puncak rawan bencana, sehari dua kali tanah longsor
Merdeka.com - Polsek Cisarua mengimbau kepada masyarakat sekaligus pengendara yang melintas kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat untuk mewaspadai bencana tanah longsor. Hal ini dikarenakan kondisi tanah di wilayah itu labil, ditambah dengan hujan yang terus melanda kabupaten Bogor belakangan ini.
Kejadian ini terbukti dengan adanya bencana tanah longsor di dua lokasi berbeda dalam kurun waktu berdekatan. Yakni pada pukul 06.30 WIB, Minggu (12/2), tebing setinggi 5 meter ambrol menutup separuh bahu jalan utama di Kampung Pensiunan, RT 01/01, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor.
"Saat ini jalur sudah normal kembali jalur puncak diberlakukan dua arah lagi. Sedangkan untuk yang di Riung Gunung, Desa Tugu Selatan, Cisarua kejadiannya Sabtu (11/2) sore, saat ini sudah diberi pembatas jalan dan garis polisi," kata Kapolsek Cisarua Kompol Sujito, Minggu (12/2).
Sementara itu, Kasat Lantas AKP Hasby Ristama longsor yang terjadi pada tebing setinggi sekitar 4 meter dan material tanah yang longsor menutup bahu dan seperempat jalan utama.
"Kejadian ini diakibatkan wilayah Cisarua secara geografis merupakan daerah perbukitan dengan kontur tanah yang labil, sehingga dengan turunnya hujan yang turun secara terus menerus berdampak pada tidak kuatnya tanah untuk menampung volume air hujan sehingga hal tersebut merupakan salah satu faktor terjadinya longsor tanah," terangnya
Longsor kedua terjadi di persinggahan belakang bengkel Motor alamat Naringgul Bawah RT 01/17 Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor. Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut.
"Mengantisipasi peristiwa serupa, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan umum Pusat yang berada di Cibodas untuk segera mengirimkan alat berat berupa louder dan eskavator, agar cepat merapikan dan menangani longsor di dua lokasi," pungkasnya.
(mdk/hrs)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya