Warga menemukan dokumen pesawat dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) salah satu penumpang Indonesia Air Transport di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1). Temuan tersebut disampaikan oleh Komandan Kodim 1421 Pangkep, Letnan Kolonel CZI Bhakti Yuhandika.
Yuhandika mengatakan tim pencarian dari posko Leang-leang Kabupaten Maros belum menemukan tanda-tanda titik jatuhnya pesawat Indonesia Air Transport di Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
"Hasil pencarian malam ini untuk di wilayah Maros, tepatnya di Leang-leang, sampai saat ini belum menemukan dari titik pastinya pesawat yang jatuh tersebut," ujarnya kepada wartawan.
Berbeda dengan pencarian di Kabupaten Pangkep. Yuhandika menyebut seorang pendaki Gunung Bulusaraung bernama Reski yang melihat pesawat IAT terbang rendah pada pukul 13.00 Wita. Setelah itu, Reski mendengar suara dentuman.
"Terus yang bersangkutan menemukan beberapa barang-barang seperti plat. Kemudian lambang garuda yang diduga merupakan barang berasal dari remahan pesawat tersebut," ungkapnya.
Meski demikian, Yuhandika mengaku masih menyelidiki lebih dalam temuan tersebut apakah benar milik pesawat IAT ATR 42-500.
"Namun, ini masih dalam proses penyelidikan dari Polres dan tim lainnya untuk kejelasan temuan tersebut," kata dia.
Selain temuan dari seorang pendaki, kata Yuhandika, ada warga juga menemukan dokumen berisi SOP pesawat IAT dan manifest penumpang. Tak hanya itu, warga juga menemukan fotokopi KTP diduga milik penumpang pesawat IAT atas nama Yoga.
"Kemudian warga sekitar juga menemukan dokumen yang diduga berasal dari pesawat. Karena ini merupakan dokumen yang berasal dari pesawat itu seperti manifest kemudian tentang SOP dari pesawat Indonesia Air dan juga fotokopi KTP dari salah satu penumpang pesawat tersebut atas nama Yoga," bebernya.
Dengan adanya temuan tersebut, dibuka Posko Kantor Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep. Dengan demikian, saat ini ada dua posko pencarian yang berada di Kabupaten Maros dan Pangkep.
"Untuk tim sendiri yang sudah ada di Desa Tompobulu malam ini, sebanyak 170 orang tim SAR gabungan," kata dia.
Yuhandika menambahkan saat ini pencarian dihentikan sementara karena faktor cuaca yang tidak mendukung. Rencananya tim SAR gabungan akan menyisir dari dua arah yakni dari Posko Leang-leang Maros dan Posko Tompobulu Pangkep.
"Kami akan membagi beberapa tim sektor pencarian besok pagi, karena (malam ini cuaca kurang mendukung," ucapnya.
Advertisement
Titik Pesawat Jatuh Belum Ditemukan
Sementara itu, Kepala Basarnas Makassar Muh Arif Anwar mengatakan sampai saat ini belum menemukan titik pasti jatuhnya pesawat IAT ATR 42-500. Ia mengatakan kini dibentuk posko pencarian baru di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Pangkep.
"Malam ini kita sudah membuat satu posko lagi, yakni posko SAR Gabungan di Tompobulu (Kabupaten Pangkep)," kata dia.
Advertisement
Temuan Diduga Serpihan Pesawat
Terkait temuan serpihan dan dokumen pesawat, Arif menyebut belum bisa memastikan milik pesawat IAT 42-500 atau bukan. Meski demikian, Arif menyebut temuan dokumen pesawat tersebut valid.
"Kami sampai saat ini belum bisa mengonfirmasi kalau itu bagian dari pesawat. Walaupun sudah ada yang menyatakan kalau itu valid. Tapi kami belum bisa memberikan konfirmasi kepada penelitian lebih lanjut," ucapnya.