Warga Pekalongan Heboh Berebut Mata Air Dipercaya Sembuhkan Sakit, Ternyata dari Pipa PDAM Bocor

Mereka rela berdesak-desakan demi mengambil air yang dipercaya sebagai mata air tak biasa karena secara mendadak.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Warga Pekalongan Heboh Berebut Mata Air Dipercaya Sembuhkan Sakit, Ternyata dari Pipa PDAM Bocor
Warga Pekalongan Heboh Berebut Mata Air Dipercaya Sembuhkan Sakit, Ternyata dari Pipa PDAM Bocor (Merdeka.com)

Aktivitas warga Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan belakangan tak seperti biasanya. Mereka rela berdesak-desakan demi mengambil air yang dipercaya sebagai mata air tak biasa karena secara mendadak.

Kemunculan air itu disebut mereka sebagai fenomena alam yang tak biasa. Dari mulut ke mulut, warga desa sebelah juga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk mengambil air. Mereka semua percaya, air itu bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Seorang warga bernama Joyo mengaku pertama kali tahu info air keramat itu karena mendengar banyak warga mendatangi desa Rowoyoso. Dia jadi penasaran.

"Ya kemungkinan bisa jadi seperti tahun dulu ada yang keluar sumur. Airnya mungkin jernih," kata Joyo.

Setelah membawa air pulang, dia angsung meminumnya. Menurutnya, tidak lama setelah menenggak air itu, rasa sakit di kakinya menghilang.

"Saya datang lagi ke sini, untuk ambil air yang banyak," ungkapnya.

Tetapi belakangan, warga dibuat melongo. Mereka kecewa lantaran mata air yang dianggap mampu membawa keberkahan itu mendadak berhenti memancar. Sebab ternyata, aliran tersebut bukan berasal dari mata air. Air yang menjadi rebutan warga tersebut rupanya berasal dari jaringan pipa bawah tanah PDAM yang pecah karena termakan usia.

Hal itu dibenarkan Kepala Unit PDAM Wonokerto, Misran. Menurutnya, jaringan pipa pecah akibat tekanan dan sudah berusia tua.

"Bukan fenomena alam itu. Jaringan pipa bawah PDAM bocor pecah menyebabkan air menyembur keluar," kata Misran.

Pihaknya sudah dua hari mendapatkan banyak komplain dari pelanggan yang mengeluh air tidak mengalir. Saat dicari penyebabnya, belum ditemukan adanya kebocoran air. Hingga belakangan, heboh kemunculan mata air di Desa Rowoyoso.

"Jadi dua hari ini kehilangan debit air yang biasanya mengalir lancar ke rumah pelanggan. Setelah kami cek dan coba matikan aliran dari sumber utama akhirnya mata air itu berhenti mengalir, artinya memang ada kebocoran,” jelasnya.

Agar tidak menjadi polemik di masyarakat, pihaknya langsung menutup lokasi dan membongkar area keluarnya air untuk dilakukan perbaikan agar jaringan ke pelanggan pulih seperti semula.

Rekomendasi