Warga lansia di Kota Malang bisa rekam data e-KTP dari rumah

Selasa, 14 November 2017 20:03 Reporter : Darmadi Sasongko
Layanan khusus pembuatan e-KTP untuk Lansia di Malang. ©2017 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang mempunyai layanan khusus pembuatan dan perekaman KTP elektronik atau e-KTP untuk warga lanjut usia. Layanan khusus yang dimaksud adalah, petugas mendatangi rumah warga lansia yang mengajukan permohonan. Perekaman data e-KTP dilakukan di rumah warga.

Tim membawa peralatan mulai dari laptop, kamera, perekam sidik jari dan retina mata. Mereka melakukan perekaman dan menyimpannya dalam data kependudukan secara online.

"Kita akan datang sesuai dengan aplikasi yang diajukan melalui kelurahan ke Dispendukcapil," kata Irwan Asmarani, petugas Dispendukcapil Kota Malang, saat melakukan perekaman di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (14/11).

Irwan menjelaskan, satu tim sengaja disiapkan untuk melayani warga lanjut usia. Peralatan perekaman dikemas dalam box yang mudah diangkut keluar dan masuk gang sempit.

"Sehari sekitar 3-4 titik lokasi," tegasnya.

Tim sedikit kesulitan saat harus menemukan lokasi yang masuk gang-gang sempit. Instalasi peralatan juga butuh waktu sedikit lama, kendati hanya merekam satu orang warga saja, selain itu kadang terpengaruh juga dengan koneksi internet.

Layanan khusus tidak hanya ke warga lansia, tapi juga ke sekolah-sekolah. Tim Disdukcapil juga disiapkan lengkap dengan peralatan yang dibutuhkan.

"Khusus yang ke sekolah, rutin setiap Sabtu," kata Muhammad Thoha, petugas lainnya.

Peralatan yang ke sekolah-sekolah sedikit berbeda, tidak dikemas mobile seperti peralatan untuk lansia. Namun kedua tim sama-sama siap menjemput bola langsung melayani masyarakat.

Titik, warga Jalan Kyai Tamin 1C No 39E Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang mengaku terbantu dengan fasilitas jemput bola Dispendukcapil. Ibunya, Rugaya Sulaiman berusia 90 tahun, yang kesulitan kalau diajak ke Kantor Kelurahan atau pun Dispendukcapil.

"Ini sangat terbantu, apalagi pelayanannya gratis," kata Titik yang sesekali membantu petugas berkomunikasi dengan ibunya. Titik mengaku jarak pengajuan hingga petugas datang ke rumahnya sekitar satu bulan.

Kepala Dispendukcapil Kota Malang Eny Hari Sutiarny menuturkan, pelayanan jemput bola perekaman KTP elektronik ini diberikan bagi warga dengan kondisi khusus. Setelah mendaftar, warga tinggal menunggu dan petugas perekaman akan mendatangi rumah berdasarkan data dari kelurahan. Pihaknya berharap tidak ada alasan lagi bagi warga untuk tidak lagi melakukan perekaman E-KTP.

"Sasaran program ini orang sakit parah atau penyandang disabilitas. Untuk dapat pelayanan rekam jemput bola, bisa mendaftarkan diri ke kelurahan," kata Eny. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. E KTP
  2. Malang
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.