Warga Bekasi yang Positif Covid-19 dan Dirawat di Maluku Sembuh

Rabu, 1 April 2020 20:52 Reporter : Dedi Rahmadi
Warga Bekasi yang Positif Covid-19 dan Dirawat di Maluku Sembuh ilustrasi. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Satu pasien positif COVID-19 warga Bekasi, Jawa Barat yang menjalani perawatan intensif di RSUD dr Haulussy Kudamati di kota Ambon sejak sejak 15 Maret 2020, telah dinyatakan sembuh.

"Pasien 01 asal Bekasi, Jawa Barat itu dinyatakan sembuh setelah hasil uji spesimen tahap dua diterima dari Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kemenkes, Selasa (31/3) malam," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang di Ambon, Rabu (1/4).

Pasien berinisial 'AA' dirujuk ke RSUD Haulussy, Minggu (15/3) malam dengan gejala panas tinggi diatas 38 derajat disertai batuk dan flu, dan pada 22 Maret dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 berdasarkan hasil uji spesimen di Labkes Kemenkes, Jakarta.

Berdasarkan hasil tersebut, menurut Kasrul pasien tersebut bisa meninggalkan RSUD Haulussy dan kembali ke daerah asalnya.

"Pasiennya sudah bisa kembali ke daerah asalnya. Dia merasa lega dan gembira setelah dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut," katanya.

Sekda menyatakan hasil uji sampel spesimen terhadap 14 orang teman pasien kosong 1 yang sedang diisolasi di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Maluku di Wailela, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, juga dinyatakan negatif.

"Jadi pasien 01 bersama 14 teman kerjanya dijadwalkan kembali ke daerah asalnya di Bekasi melalui Bandara Internasional Pattimura Ambon, pada Kamis (2/4) sore," tandasnya.

Karul yang juga menyatakan sebanyak 102 spesimen pasien terduga COVID-19 yang dikirim untuk diperiksa di labkes Kemenkes Jakarta, di mana 73 sudah sudah disampaikan hasilnya yakni negatif, sedangkan 29 lainnya masih ditunggu.

Data Gugus Tugas Maluku hingga, Rabu, tercatat delapan kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yakni tiga di Kota Ambon, masing-masing dua kasus di Kabupaten Kepulauan Aru dan Kota Tual, serta satu lainnya di Maluku Tengah.

Sedangkan orang dalam pengawasan (ODP) tercatat 132 kasus yakni Kota Ambon 40 kasus, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) 23 kasus, Pulau Buru (20 kasus), Seram Bagian Barat (SBB) 17 kasus.

Selain itu Kota Tual 10 kasus, tujuh kasus di Kepulauan Aru, Maluku Tengah enam kasus, Buru Selatan lima kasus, Maluku Tenggara (2 kasus) serta Seram Bagian Timur dan Maluku Barat Daya (MBD) masing-masing satu kasus. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini