Warga Bali digemparkan ular kobra berkepala tiga di gua Pura Tirta

Selasa, 24 Maret 2015 11:16 Reporter : Gede Nadi Jaya
Warga Bali digemparkan ular kobra berkepala tiga di gua Pura Tirta Patung ular di Goa Tirta Rambut Siwi. ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Warga yang sembahyang di Pura Tirta, kompleks Pura Dang Khayangan rambut Siwi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, mengaku berulang kali dikejutkan dengan penampakan dua ekor ular kobra berkepala tiga.

Menurut penuturan warga yang pernah melihat, ular kobra berkepala tiga tersebut muncul di pintu gua Pura Tirta tersebut. Sontak membuat warga yang sembahyang saat itu kaget dan ketakutan. Bahkan ada di antara warga mengabadikan penampakan ular kobra berkepala tiga tersebut dengan menggunakan kamera HP.

"Itu terjadi sudah agak lama, saat saya baru beberapa bulan jadi pemangku di Pura ini (Pura Tirta). Tapi ular kobra berkepala tiga itu sering muncul dan biasanya pada hari-hari suci," tutur Pemangku Pura Tirta, Jro Mangku Waniya kepada wartawan, Bali, Selasa (24/3).

Menurut Waniya, ular kobra aneh ini awalnya muncul tanggal 28 November 2012 silam, saat itu bertepatan dengan bulan purnama dan hari pertama pujawali atau piodalan di Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi.

Waniya mengaku, pihaknya sudah menanyakan kemunculan ular ini dari sisi niskala atau gaib, dan mendapatkan jawaban jika ular itu berasal dari tiga helai rambut Danghyang Nirartha, pendiri Pura Rambut Siwi ratusan tahun silam.

"Belakangan ini ular kobra berkepala tiga ini memang sering muncul, terutama saat hari piodalan (upacara) di Pura Rambut Siwi. Tapi tidak sembarang orang bisa melihatnya. Hanya orang-orang tertentu yang bisa melihatnya," ujarnya.

Dengan kemunculan ular ini, Waniya beserta umat kemudian sepakat membuat arca ular kobra berkepala tiga di pura tersebut.

Berdasarkan hasil meditasi, ular tersebut diberi gelar atau nama Naga Rambut Siwi. Pura Tirta sendiri terletak di sisi selatan Pura Dang Khayangan Rambut Siwi, dan saat masuk ke kawasan utama pura terlihat gua dengan diameter sekitar dua meter.

Tidak terlalu jauh masuk ke dalam gua terdapat mata air, tepat berada di pinggir laut, namun airnya terasa tawar dan tidak pernah berhenti mengalir sekalipun musim kemarau panjang.

Air itulah yang digunakan untuk membuat tirta atau air suci, saat pujawali atau piodalan di sembilan pura yang berada di kawasan Pura Dang Khayangan Rambut Siwi, hingga kawasan suci ini menjadikan nama Pura Tirta Rambut Siwi.‎ [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Bali
  2. Hewan Liar
  3. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini