Warga Aceh Minta Jokowi-Ma'ruf Bangun Pesantren yang Rusak Akibat Tsunami 2004

Kamis, 7 Maret 2019 01:27 Reporter : Merdeka
Warga Aceh Minta Jokowi-Ma'ruf Bangun Pesantren yang Rusak Akibat Tsunami 2004 Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Amanah Al Gontory. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Dalam rangka mengkampanyekan Paslon 01, Jokowi-Ma'ruf Amin sekaligus menangkal hoaks, PDI Perjuangan mengunjungi beberapa pondok pesantren di Aceh. Masyarakat di sana pun meminta agar Jokowi mendorong pembangunan pesantren di Aceh yang hancur terdampak tsunami.

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Diniyah Islamiyah (Budi), Tengku Haji Asnawi mengatakan, sejauh ini pihaknya terus melakukan pembangunan. Namun, hal tersebut tidak berjalan pesat sehingga para santri tidak mendapat fasilitas yang memadai.

"Bangunannya habis kena tsunami. Perlu disampaikan di sini bahwa kami sangat memerlukan bantuan-bantuan karena santrinya terus bertambah," tukas Asnawi di Pondok Pesantren Budi, Kecamatan Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, Rabu (6/3).

Asnawi mengatakan, sebelum bencana tsunami, santrinya mencapai dua ribu orang. Namun, pesantren yang berdiri sejak 1967 itu saat ini hanya menyisakan sekitar seribuan santri yang tidak memiliki gedung yang layak untuk belajar.

"Kami harapkan datang bantuan untuk pesantren ini," lanjutnya.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyatakan, pembangunan di Aceh merupakan prioritas Jokowi selama empat tahun pemerintahannya. Menurutnya, Jokowi sangat mencintai Aceh, terlebih karena Jokowi pernah berkarir selama tiga tahun di Kota Serambi Mekkah itu.

"Aceh adalah rumah kedua Pak Jokowi," kata Hasto.

Hasto menjelaskan, pembangunan di pesantren-pesantren juga akan digenjot setelah RUU Pesantren disahkan. Dengan begitu, Jokowi punya wewenang untuk mengalokasikan dana untuk pesantren dari APBN.

Selain itu, Caleg PDI Perjuangan, Zuhairi Misrawi mengatakan, Jokowi tercatat sebagai presiden yang paling banyak ke pesantren dan membangun pesantren.

"1 Juta santri mendapatkan beasiswa. Jadi Jokowi adalah presiden yang memuliakan dan mengangkat harkat santri," ucap Zuhairi.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Ekonomi, Lukmanul Hakim menerangkan, pembangunan pesantren dan ekonomi kekuatan tentu menjadi prioritas Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kyai Haji Ma'ruf Amin, tidak mungkin, tidak mengawal pemikiran-pemikiran Islam. Perjuangan Abah Ma'ruf tidak akan berubah sebagai kyai, ulama. Hanya memindahkan area perjuangan, dulu kultural, sebentar lagi struktural," tuturnya.

Lukmanul menyebutkan, di era pemerintahan Jokowi, pemerintah telah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Jokowi juga mengesahkan Hari Santri Nasional di Indonesia.

Dengan itu, Jokowi justru mengangkat harkat dan martabat santri. Semenjak adanya Hari Santri, ijazah santri diakui pemerintah dan kampus negeri.

"Hoaks itu kalau Jokowi-Ma'ruf Amin akan menghapus pelajaran agama, akan meminggirkan pesantren," tandas Lukmanul.

Reporter: Ratu Annisa Suryasumirat

Sumber: Liputan6.com [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini