Wapres Ma'ruf Tegaskan MUI Rekan Pemerintah dalam Penanggulangan Terorisme

Selasa, 23 November 2021 19:07 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Wapres Ma'ruf Tegaskan MUI Rekan Pemerintah dalam Penanggulangan Terorisme Wapres Maruf Amin. ©2021 Merdeka.com/Genan Kasah

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bukan lembaga teroris. Menurutnya, MUI telah menjadi rekan pemerintah dalam memberantas terorisme.

Oleh karena itu, penangkapan tiga orang terduga teroris yang disinyalir menjadi anggota Jamaah Islamiyah (JI) oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri tidak dapat dihubungkan dengan MUI.

“MUI bersama BNPT terus melakukan upaya-upaya untuk kontra radikalisme dan juga langkah-langkah deradikalisasi. Jadi, kalau MUI secara lembaga dianggap justru tidak memperhatikan terorisme, itu suatu kesalahan besar karena memang sejak awal MUI sudah justru merupakan partner pemerintah di dalam penanggulangan terorisme. Jadi, saya kira Ini yang perlu dipahami,” katanya di Jakarta, Selasa (23/11).

Ma'ruf menyampaikan, komitmen MUI dalam memberantas terorisme telah ditunjukkan sejak lama. Bahkan, MUI merupakan salah satu lembaga yang turut menginisiasi terbentuknya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Ketika itu penanggulangan terorisme negara masih dalam bentuk desk terorisme di Menkopolhukam. TPT (Tim Penanggulangan Terorisme) ini bersama dengan desk terorisme itu terus melakukan upaya-upaya sosialisasi dalam rangka menangkal terorisme, menangkal radikalisme," tuturnya.

"Bahkan MUI bersama dengan ormas-ormas Islam lainnya, bersama dengan pemerintah dalam hal ini Menko Polhukam, menginisiasi lahirnya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme,” sambung Ma’ruf.

Dia menyebut, upaya yang disinyalir sebagai penyusupan teroris ke dalam MUI merupakan sebuah kejadian yang tak dapat dihindari. Sebab, MUI merupakan organisasi besar yang di dalamnya berkumpul banyak sekali representasi organisasi massa.

Selain itu, derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi juga merupakan salah satu faktor tercepat dalam mengubah pola pikir seseorang.

“Jangan karena satu orang, namanya penyusupan di mana-mana ada penyusupan itu. Jadi, bukan rumahnya yang dibakar tapi ya tikusnya itulah,” ujarnya.

Ma'ruf menuturkan, MUI merupakan lembaga representasi yang menaungi lebih dari 60 organisasi Islam. Serta ada beberapa tokoh cendekiawan, tokoh-tokoh zuama yang juga bergabung.

"Artinya, MUI itu adalah organisasi yang berkumpulnya, selain representasi ormas dan pemimpin-pemimpin, yang begitu besarnya itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ma'ruf mendukung dilakukannya penegakan hukum yang adil dan sesuai ketentuan terhadap siapapun yang melakukan tindak kejahatan, termasuk terorisme.

“MUI mendukung supaya penanggulangan atau penindakan terhadap mereka yang terlibat terorisme. Siapapun dia. Walaupun itu misalnya anggota pengurus MUI, kalau dia teroris ya harus [dihukum],” pungkas Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu. [fik]

Baca juga:
Wapres Ma'ruf Tolak MUI Dibubarkan: Sangat Tidak Rasional
PKB: Anies Kalau Mau Bikin Tim Siber Tidak Usah Libatkan Ulama
Ketua MUI DKI Menjawab soal Dana Hibah Rp10 M untuk Bentuk Buzzer Bela Gubernur Anies
Ketum MUI Tegaskan Aksi Terorisme Haram
MUI akan Lebih Teliti Usai Anggota Komisi Fatwa Ditangkap Densus 88 Terkait Terorisme
Wagub DKI Ungkap Cara Anies Menyikapi Serangan Buzzer

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini