Kasus Covid-19 alami kenaikan. Per (26/1) kemarin, angka kasus positif mencapai 7.010. Dengan penambahan tersebut kasus di Indonesia menjadi 4.301.193.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengklaim, pemerintah sudah memprediksi lonjakan kasus tersebut. Dia menjelaskan kasus akan meningkat pada Februari dan awal Maret.
"Pertama memang kita memperkirakan bahwa memang Februari dan awal Maret akan terjadi peningkatan melihat perkembangan omicron seluruh dunia ini terjadi," kata Ma'ruf usai melepas ekspor produk halal UMKM di Tangerang, Banten, Kamis (27/1).
Ma'ruf mengklaim pemerintah sudah melakukan antisipasi, sehingga tidak terjadi kenaikan yang eksponensial. Seperti yang terjadi di beberapa negara.
"Karena itu kita melakukan pengetatan-pengetatan, khususnya dalam hal penerapan protokol kesehatan, masker, dan jaga jarak, testing, tracing dan treatment. Itu dilakukan lebih cepat lagi untuk bisa mengetahui lebih banyak yang misalnya terkena," bebernya.
Ma'ruf juga menuturkan saat ini pemerintah sedang menggencarkan pemberian vaksinasi. Mulai dari vaksin dosis pertama, kedua dan ketiga (booster) untuk masyarakat.
Kemudian pemerintah juga melakukan pengetatan agar masyarakat menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Ma'ruf juga menjelaskan untuk mengantisipasi lonjakan kasus dari luar negeri, pelaku perjalanan luar negeri harus melakukan karantina tanpa ada dispensasi.
"Karena itu kita antisipasi itu dan juga yang datang keluar negeri dengan membuat karantina pemeriksaan ketat, kemudian karantina. Tidak ada dispensasi-dispensasi karantina. Itu untuk mencegah melonjaknya, di Amerika, India, Inggris," pungkasnya.