Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wapres Jusuf Kalla Akui Dana Riset di Indonesia Masih Rendah

Wapres Jusuf Kalla Akui Dana Riset di Indonesia Masih Rendah Wawancara Jusuf Kalla oleh KLY. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu CEO Bukalapak, Achmad Zaky membuat pernyataan di akun twitter yang menyebut anggaran R&D atau dana riset di Indonesia masih jauh dibanding negara lain. Itu diamini Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun Wapres JK punya alasannya. Salah satunya karena kebutuhan anggaran nasional lebih besar.

"Ya benar bahwa dari segi perbandingan, mungkin kita memang lebih rendah karena begitu banyak kebutuhan nasional kita," kata Wapres JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/2).

Wapres menjelaskan anggaran riset masuk dalam pos belanja sektor pendidikan yang diberikan untuk beberapa universitas dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Karena dukungan dana swasta dan perusahaan-perusahaan masih dibutuhkan untuk pengembangan riset. Dia mencontohkan di Jepang dan Korea. Walaupun dua negara itu memiliki lembaga riset tetapi diperkuat bantuan dari perusahaan-perusahaan.

"Jadi banyak hal yang bisa diperbaiki. Jadi bisa universitas atau lembaga riset memunculkan produk yang dapat diproduksi dengan baik atau perusahaan itu yang memulai kemudian dibantu oleh lembaga riset pemerintah. Jadi itu banyak yang terjadi seperti itu," kata JK.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjawab polemik anggaran Riset dan Pengembangan atau research & development (R&D) Indonesia. Jokowi menyebut, anggaran R&D saat ini sebesar Rp 26 triliun. "Supaya kita semuanya tahu bahwa dana pengembangan dan riset kita ini sudah Rp 26 triliun," ungkap Jokowi usai bertemu CEO Bukalapak, Achmad Zaky di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (16/2).

Menurut Jokowi, anggaran R&D tersebut terbilang besar. Namun, tidak tertutup kemungkinan anggaran itu terus ditingkatkan.

"Ke depan kita ingin mengembangkan," ujar dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, anggaran R&D sudah menyasar kementerian lembaga. Dengan harapan, penggunaannya tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa.

"Agar arahnya itu jelas. Tembakannya tepat, sehingga inovasi negara ini bisa muncul, muncul, muncul, muncul," kata Jokowi.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP