Wanita Pengangguran Nekat Gelapkan Uang Arisan Online Capai Rp400 Juta

Selasa, 8 Desember 2020 22:34 Reporter : Irwanto
Wanita Pengangguran Nekat Gelapkan Uang Arisan Online Capai Rp400 Juta Ilustrasi borgol. shutterstock

Merdeka.com - Lantaran melakukan penipuan dan penggelapan uang arisan online mencapai Rp400 juta, seorang wanita pengangguran, Lusi Tania (20) ditangkap polisi. Korbannya sekitar 40 orang yang terdiri dari berbagai kalangan.

Pelaku ditangkap di rumahnya di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Muara Dua, Ogan Komering Uku (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, Senin (7/12). Dia sebelumnya sempat kabur ke pulau Jawa setelah dipolisikan para korban.

Kasatreskrim Polres OKU Selatan AKP Apromiko mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah salah satu korban mendapat informasi tersangka tak lagi diketahui keberadaannya awal November 2020. Korban baru saja menyetor uang arisan sebesar Rp7,3 juta dan sudah tersetor total Rp55,2 juta.

"Karena mencurigakan, korban melapor ke polisi dan benar terjadi penipuan dan penggelapan uang arisan oleh tersangka," ungkap Apromiko, Selasa (8/12).

Adapun motif yang dilakukan janda muda itu adalah menawarkan arisan secara online kepada korban terdiri dari kalangan ibu rumah tangga, pegawai negara sipil (PNS), tenaga kesehatan, dan lainnya. Uang yang terkumpul digunakannya untuk kebutuhan sehari-hari dan menutupi kekurangan bayar kepada anggota yang mendapat giliran, dia membuat arisan baru.

"Begitu duitnya habis karena dipakai, tersangka bikin arisan baru, begitu seterusnya. Ujung-ujungnya membengkak dan tidak mampu membayar lagi," kata dia.

Lantaran korbannya yang melapor cukup banyak, kata dia, pemeriksaan dilakukan secara maraton. Tersangka sendiri mengakui perbuatannya karena tak mampu lagi membayar.

"Memang ada anggotanya yang sudah mendapat arisan, sudah dibayar. Tetapi kebanyakan tidak dibayarkan karena sudah habis dibelanjakannya," ujarnya.

Tersangka dikenakan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman empat tahun penjara. Barang bukti diamankan 10 lembar struk rekening Bank BNI, 4 lembar foto copy rekening koran, 2 lembar screenshoot status WhatsApp, 2 buku rekap arisan, dan 5 lembar kuwitansi pembayaran. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Penggelapan
  3. Ogan Komering Ulu
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini