Wamenkes: Covid-19 di Indonesia Ada di Fase Terkendali

Senin, 23 Mei 2022 17:11 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Wamenkes: Covid-19 di Indonesia Ada di Fase Terkendali Wamenkes Dante Saksono Harbuwono. ©Youtube Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, Indonesia sudah berada di fase pandemi Covid-19 terkendali dan masih membutuhkan sejumlah capaian lanjutan hingga dinyatakan sebagai endemi.

"Apakah kita bisa masuk fase endemi? Ada beberapa tahap yang harus dilewati, dari mulai pandemi, deseralasi, terkendali, eliminasi dan eradikasi," kata Dante saat menyampaikan pemaparan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (23/5).

Menurut Dante, Indonesia saat ini telah masuk periode pandemi Covid-19 yang telah terkendali. Alasannya, pandemi saat ini tidak menyebabkan gangguan pada aktivitas sosial masyarakat, kasus yang terus menurun secara konsisten dan angka kasus konfirmasi per hari dapat diprediksi.

"Kami tidak bisa bilang sudah masuk dalam fase endemi, tapi pandemi yang terkendali," kata dia, dikutip Antara.

Dante mengatakan, saat ini perkembangan kasus Covid-19 di beberapa negara didominasi varian Omicron.

"Ada varian baru BA.4 dan BA.5, ini belum terlalu dominan dan belum ditemukan di Indonesia. Kami masih pantau Whole Genome Sequencing (WGS) kalau ada varian baru," kata Dante.

2 dari 2 halaman

Wamenkes Jelaskan Dampak Varian Baru Covid-19

Dante menambahkan varian baru BA.4 dan BA.5 adalah turunan varian Omicron yang diperkirakan pakar kesehatan memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibanding Omicron. Namun secara hospitalisasi, kata Dante, tidak ada perbedaan dengan Omicron. Artinya, gejala yang dialami pasien tertular cenderung ringan dan tidak memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

"Varian baru ini memiliki kemampuan netralisasi pada orang yang sudah divaksinasi. Artinya, orang yang sudah divaksinasi masih bisa kena atau immune escape," ujar dia.

Dante mengatakan, laju kasus Covid-19 di Indonesia cenderung rendah berdasarkan hasil pengamatan selama periode setelah Lebaran 2022.

"Saat ini sekitar 250 kasus baru setiap hari dan yang meninggal rendah, hanya ada tiga orang, dalam beberapa hari ini, dan hospitalisasi kebanyakan atas permintaan pasien, tapi tidak ada kasus berat yang kelihatan," kata dia.

Sekitar 230 kasus berat yang dilaporkan dari sejumlah rumah sakit, kata Dante, umumnya dialami pasien lansia yang belum menerima vaksinasi lengkap. "Ini jumlahnya sedikit. Umumnya pada pasien lansia dan belum vaksinasi lengkap," tandasnya. [gil]

Baca juga:
Korea Utara Abaikan Tawaran Bantuan dan Vaksin Covid dari AS
Menteri PPPA Harap Acara Daerah jadi Ajang Memajukan UMKM Perempuan Terdampak Covid
Mengenang Achmad Yurianto, Dokter Militer yang Jadi Jubir Pertama Penanganan Covid-19
Menko PMK: Jika Jadi Endemi, Penanganan Covid-19 Seperti Penyakit Biasa Gunakan BPJS
Menko PMK: Kalau Situasi Sudah Terkendali PPKM Secepatnya Dihapus
Epidemiolog Pandu Riono Dorong Pemerintah Menyudahi PPKM
Siang Kerja, Warga Bangka Selatan Babel Minta Petugas Gelar Vaksinasi Malam Hari

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini