Medan, 11 November – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan pesan inspiratif kepada ribuan lulusan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Dalam acara wisuda yang diselenggarakan di Medan, Dahnil Anzar menekankan tiga poin krusial yang harus dipegang teguh oleh para alumni.
Pesan-pesan tersebut mencakup pentingnya menjadi guru sekaligus murid, kembali ke nilai-nilai Muhammadiyah, serta semangat belajar tanpa henti sepanjang hayat. Hal ini disampaikan di hadapan 2.355 lulusan UMSU yang siap memasuki dunia profesional dan berkontribusi bagi masyarakat.
Dahnil Anzar berharap para lulusan UMSU dapat mengaplikasikan nilai-nilai ini dalam setiap profesi yang mereka geluti. Pesan ini bertujuan untuk membekali alumni dengan landasan moral dan etika yang kuat, sejalan dengan ajaran pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
Advertisement
Advertisement
Tiga Pesan Kunci dari Wamen Dahnil Anzar
Dahnil Anzar Simanjuntak menggarisbawahi pentingnya filosofi belajar sepanjang hayat yang diajarkan oleh KH Ahmad Dahlan. Ia menyatakan, “KH Ahmad Dahlan mengajarkan bahwa menuntut ilmu harus sepanjang hayat. Jadilah guru sekaligus murid. Artinya, moral murid adalah belajar tanpa henti, dan moral guru adalah menjadi teladan. Itulah standar moral yang harus dibawa para lulusan UMSU.”
Selain itu, Wamen Haji dan Umrah juga menyerukan agar para alumni kembali kepada nilai-nilai Muhammadiyah yang ramah dan inklusif. Ia menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah adalah merangkul, bukan memukul, serta mendidik alih-alih menghardik, sehingga Muhammadiyah hadir untuk seluruh umat manusia, bukan hanya umat Islam.
Pesan ketiga yang disampaikan adalah agar para lulusan tidak pernah berhenti belajar dan bergerak maju. “Tidak masalah kamu berjalan lambat, asalkan tidak berhenti. Teruslah menjadi alumni yang bergerak, kompak, dan berdampak seperti Muhammadiyah,” tambahnya, memotivasi para alumni untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata.
Advertisement
Advertisement
UMSU Raih Rekognisi Global dan Perluas Kontribusi Pendidikan
Rektor UMSU, Prof. Agussani, dalam sambutannya, mengingatkan bahwa gelar akademik yang disandang para lulusan merupakan simbol tanggung jawab besar. Tanggung jawab tersebut adalah untuk membawa ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan semangat kemanusiaan ke tengah kehidupan nyata di masyarakat.
Prof. Agussani juga menyoroti komitmen UMSU untuk terus menjadi perguruan tinggi unggul yang adaptif terhadap perubahan zaman. UMSU telah mencapai berbagai rekognisi global yang membanggakan, menunjukkan kualitas pendidikan yang setara dengan institusi internasional.
Secara kelembagaan, UMSU terus memperkuat posisinya di kancah global. Pencapaian UMSU meliputi peringkat 445 Asia dalam QS Asia University Rankings 2026, peringkat 87 Asia Tenggara, dan 19 di Indonesia. Selain itu, UMSU berada di peringkat 1500 dunia versi THE Impact Ranking 2025 dan menjadi PTS terbaik se-Asia Tenggara ke-13 versi Applied Higher Education 2025.
Advertisement
Empat program studi UMSU, yaitu manajemen, akuntansi, manajemen bisnis syariah, dan perbankan syariah, telah meraih akreditasi internasional FIBAA dari Jerman. Sebanyak 24 program studi lainnya juga telah terakreditasi Unggul dari BAN-PT dan lembaga akreditasi nasional, menegaskan kualitas pendidikan yang konsisten. Ke depan, UMSU berencana membuka program studi baru seperti psikologi, hukum internasional, kedokteran gigi, dan S1 Keperawatan untuk memperluas jangkauan kontribusi pendidikan bagi masyarakat luas.
Sumber: AntaraNews