Walkot Semarang Minta Mahasiswa Papua Sesuaikan Diri dengan Budaya Lokal

Rabu, 21 Agustus 2019 20:35 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Walkot Semarang Minta Mahasiswa Papua Sesuaikan Diri dengan Budaya Lokal Hendrar Prihadi. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta seluruh penghuni asrama mahasiswa Papua harus menyesuaikan diri dengan budaya lokal. Tindakan itu dilakukan agar tidak timbul kesalahpahaman antarwarga.

"Jadi semua pendatang warga Papua yang kuliah di Semarang harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Mau bergaul dengan warga," kata Hendrar Prihadi saat ditemui di Universitas Semarang, Rabu (21/8).

Dia menyebut situasi yang ada di lingkungan asrama mahasiswa Papua Semarang, sejauh ini masih relatif kondusif. Saat menyambangi lokasi asrama, pihaknya mendapati terdapat beberapa perbedaan pandangan mengenai cara pengamanan dari aparat TNI/Polri.

"Tetapi kita pastikan tidak ada yang memancing keributan seperti yang terjadi di Jayapura kemarin," ujarnya.

Untuk menjaga keakraban bersama warga, mahasiswa Papua supaya tidak menutup diri yang menimbulkan kesan menjadi pendatang eksklusif.

"Teman-teman kita dari Papua mari kita mengikuti budaya, kebiasaan masyarakat di lingkungan masing-masing. Upayakan agar jangan menjadi pendatang yang eksklusif," akunya.

Mahasiswa Papua juga harus menunjukkan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak boleh menyudutkan pendatang mengenai suku, ras, agama dan golongan yang dapat memicu konflik horizontal antar sesama warga.

"Mereka harus berbaur dalam kumpulan RT dan RW agar timbul jaringan persaudaraan yang kuat. Buat warga sekitar juga semestinya bisa memberikan sambutan dengan baik. Kita harus pintar-pintar menyesuaikan diri lah dengan tetangga sekitar. Biar kita jadi bagian dari kehidupan di tengah masyarakat," tutup Hendrar Prihadi. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini