Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Walkot Makassar larang perusahaan paksa karyawan pakai atribut Natal

Walkot Makassar larang perusahaan paksa karyawan pakai atribut Natal Pabrik pohon Natal di China. ©AFP PHOTO/JOHANNES EISELE

Merdeka.com - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengeluarkan surat edaran larangan pemaksaan penggunaan atribut Natal buat nonkristiani kepada seluruh perusahaan di wilayahnya. Dia mengaku keputusan itu bahkan mendapat dukungan dari para tokoh Kristiani di Kota Makassar.

Menurut Ramdhan, dilakukan pelarangan dianggap sebagai langkah cepat untuk mengantisipasi terjadinya gesekan di tengah masyarakat belakangan sangat sensitif.

"Bayangkan saja, jika ada satu perusahaan misalnya di hotel atau restoran yang memiliki 100 karyawan. Satu saja karyawan non Kristiani yang memposting ke media sosial jika di tempatnya kerja ada paksaan untuk menggunakan atribut natal, itu eksesnya akan lain. Makanya Pemerintah Kota langsung ambil alih dengan mengeluarkan surat edaran ini untuk mengantisipasi terjadinya gesekan intoleransi," kata Danny, sapaan akrabnya, Selasa (20/12).

Surat edaran itu telah dikeluarkan Senin (19/12) kemarin. Kata Danny, tiga kali dia memeriksa kata-kata dalam surat edaran tersebut sebelumnya akhirnya resmi dikeluarkan. Bahkan sempat menelepon beberapa tokoh Kristiani membacakan bunyi surat edaran tersebut.

Hingga hari kedua surat edaran tersebut dikeluarkan, Danny mengaku belum ada komplain. Dia menegaskan, maksud surat edaran dikeluarkan karena sejak kemarin muncul di tiap pemberitaan seolah dirinya melarang penggunaan atribut Natal. Padahal yang benar adalah melarang pemaksaan penggunaan atribut Natal bagi umat nonkristiani.

"Saya meyakinkan kepada para pendeta ini bahwa dalam situasi seperti ini saya harus melakukan langkah antisipatif. Yang menurut ukuran saya bahwa ini harus saya tempuh sebelum ada orang yang main di ruang-ruang lemah, sebagai pemerintah saya harus turun bertanggung jawab," tandas Danny.

Dia menambahkan, para pendeta menyadari jangan sampai di suasana sensitif seperti saat ini dinodai dengan oleh pemaksaan-pemaksaan. Hal-hal kecil saja bisa menyebabkan terjadinya situasi yang tidak produktif.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP